Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Rilis Versi Baru Paspor Terkuat ke-2 di Asia Tenggara Mulai Juni 2026

Kompas.com, 24 Mei 2026, 19:30 WIB
Afif Khoirul Muttaqin

Penulis

Sumber VnExpress

KOMPAS.COM - Pemerintah Malaysia dikabarkan akan meluncurkan versi terbaru paspor nasional mulai Juni 2026. 

Kehadiran desain baru ini menjadi bagian dari upaya peningkatan keamanan dokumen perjalanan sekaligus memperkuat identitas digital negara tersebut di tengah meningkatnya mobilitas internasional masyarakat Asia Tenggara.

Informasi ini pertama kali diberitakan oleh VnExpress International pada Sabtu (23/5/26). 

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pembaruan paspor Malaysia akan membawa sejumlah peningkatan fitur keamanan dan tampilan modern untuk meminimalkan risiko pemalsuan dokumen perjalanan.

Saat ini, paspor Malaysia dikenal sebagai salah satu yang paling kuat di kawasan Asia Tenggara. 

Berdasarkan berbagai indeks perjalanan global, pemegang paspor Malaysia dapat menikmati akses bebas visa atau visa on arrival ke lebih dari 180 negara dan wilayah di dunia

Posisi tersebut membuat Malaysia berada tepat di bawah Singapore dalam peringkat kekuatan paspor Asia Tenggara.

Dengan reputasi tersebut, tidak heran jika pemerintah Malaysia terus memperbarui sistem paspornya agar tetap kompetitif dan aman digunakan di berbagai negara.

Baca juga: Arab Saudi Perketat Akses Masuk ke Mekkah Jelang Puncak Haji 1447 H

Fokus pada Keamanan dan Teknologi Baru

Versi baru paspor Malaysia disebut akan mengusung teknologi keamanan tambahan, termasuk peningkatan pada elemen biometrik serta perlindungan data pemilik paspor. 

Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan standar keamanan perjalanan internasional yang terus berkembang.

Selain itu, desain terbaru paspor juga diperkirakan akan memiliki tampilan visual yang lebih modern dibandingkan versi sebelumnya. Pembaruan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital layanan imigrasi Malaysia.

Pemerintah Malaysia sebelumnya juga pernah melakukan pembaruan besar pada paspor elektronik mereka, termasuk penambahan fitur keamanan dan penyesuaian dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO).

Peluncuran paspor baru ini hadir di tengah meningkatnya tren perjalanan internasional warga Asia Tenggara pascapemulihan sektor pariwisata global. 

Dengan akses visa yang luas, warga Malaysia diprediksi akan semakin aktif melakukan perjalanan bisnis, wisata, hingga pendidikan ke luar negeri.

Pengamat perjalanan menilai pembaruan paspor juga dapat memperkuat citra Malaysia sebagai salah satu negara dengan sistem dokumen perjalanan paling maju di kawasan.

Baca juga: Bidik Turis Indonesia, Malaysia Promosi Destinasi Wisata di 3 Kota

Indonesia Juga Terus Tingkatkan Sistem Paspor

Di kawasan Asia Tenggara, sejumlah negara termasuk Indonesia juga terus mengembangkan layanan paspor digital dan sistem imigrasi berbasis biometrik. 

Persaingan dalam meningkatkan keamanan dokumen perjalanan kini menjadi perhatian utama banyak negara untuk mencegah penyalahgunaan identitas dan mempercepat proses pemeriksaan imigrasi.

Dengan hadirnya versi terbaru paspor Malaysia pada Juni 2026 mendatang, persaingan kekuatan paspor di Asia Tenggara diperkirakan akan semakin menarik untuk diikuti.

Baca juga: Malaysia Airlines Buka Rute Fukuoka, Shenzhen, dan Changsha, Akses Jepang-China Kian Beragam

Baca juga: 11 WNI Ditangkap di Malaysia, Pengingat Penting Soal Aturan Imigrasi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau