Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukit Kraguman, Spot Lautan Awan di Wonogiri yang Cuma Perlu Jalan Kaki 1 Menit

Kompas.com, 25 April 2026, 08:08 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Wonogiri bisa dibilang merupakan tempat berburu hidden gems atau tempat-tempat bagus yang tersembunyi.

Itu karena ada banyak puncak-puncak bukit yang menawarkan keindahan panorama alam dari ketinggian.

Jika sedang beruntung, kita bisa menemukan fenomena lautan awan saat berada di puncak-puncak bukit itu.

Baca juga: Naik Kereta dari Solo ke Wonogiri Cuma Rp 4.000, Ide Liburan Hemat Akhir Pekan

Salah satu tempat untuk menemukan lautan awan di Wonogiri adalah Bukit Kraguman, di Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo.

Jarak tempuh menuju ke Bukit Kraguman dari pusat Kota Wonogiri adalah sekitar 35 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 1 jam.

Spot lautan awan cuma jalan kaki 1 menit

Spot panorama di Bukit Kraguman Wonogiri bisa dijangkau tanpa harus capek-capek berjalan kaki lama.

Itu karena kita hanya perlu berjalan kaki sekitar 1 menit dari area parkirnya untuk sampai di spot panorama. Jalur menuju ke spot panorama pun malah menurun dari area parkir.

Setibanya di spot panorama Bukit Kraguman Wonogiri, kita akan disambut dengan keindahan panorama dari ketinggian.

Saat Kompas.com berkunjung ke sana pada April 2026), saya disambut oleh lautan awan di antara perbukitan sekitar.

Fenomena lautan awan ini biasanya ada jika hujan turun pada malam harinya. Kita juga bisa melilhat wilayah Kecamatan Tirtomoyo dari atas dengan sungainya yang berkelok.

Panorama perbukitan yang memanjang dari timur ke barat juga membuat kita betah berlama-lama di sana.

Baca juga: Wonogiri juga Punya Dusun di Lembah Kering Bengawan Solo Purba

Jika ingin menyaksikan sunrise, maka berkunjunglah pada bulan Desember saat matahari berada di selatan. Namun, biasanya cuaca sering mendung atau berkabut saat bulan ini karena masih masuk musim hujan.

Jika mendekati kemarau seperti saat saya berkunjung pada akhir Maret 2026, matahari sudah berada di agak utara, sehingga sunrise akan terhalangi oleh punggungan bukit.

Jalur terjal ke Bukit Kraguman Wonogiri

Meski tidak perlu mendaki, satu hal yang perlu diperhatikan adalah, jalur naik kendaraan menuju area parkir Bukit Kraguman.

Itu karena kondisi jalannya cukup sempit, berkelok, dan menanjak terjal di lereng perbukitan. Jalur ini hanya bisa dilalui sepeda motor.

Jalur Terjal ke Bukit Kraguman di Wonogiri.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur Terjal ke Bukit Kraguman di Wonogiri.

Kendaraan yang digunakan pun haruslah kuat menanjak dan dalam kondisi prima, serta disarankan menggunakan motor gigi. Itu karena jalur ini rawan rem blong bagi motor matik saat perjalanan turun yang curam.

Jika ingin aman, selain naik motor gigi, wisatawan juga bisa memilih untuk berjalan kaki mendaki sekitar 1,5 kilometer dari sebelum jalan menanjak di perbukitan.

Baca juga: Sejarah Kereta Api Wonogiri-Baturetno, Kini Tinggal Kenangan

Adapun saat saya berkunjung, belum ada loket. Saya pun tidak dipungut biaya apa pun, baik untuk parkir atau tiket masuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Keluhan Wisatawan Ada dugaan Pungli di Pantai Watulawang, Gunungkidul langsung ditindaklanjuti
Keluhan Wisatawan Ada dugaan Pungli di Pantai Watulawang, Gunungkidul langsung ditindaklanjuti
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau