Penulis
KOMPAS.com – Kabupaten Wonogiri tidak hanya punya mi ayam yang kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Wonogiri ternyata juga punya beragam keajaiban alam yang bisa ditemui di wilayahnya dan seru untuk dieksplor.
Kompas.com menyaksikan sendiri keajaiban alam itu saat mengikuti Wonogiri Historical Trip pada Minggu (1/2/2026), acara yang digelar oleh Paguyuban Duta Wisata Wonogiri, bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri.
Baca juga: Ingin Ikut Wonogiri Walking Tour Rute Stasiun Wonogiri, Bisa Naik KA Batara Kresna
“Yang akan Anda saksikan hanyalah satu dari banyak pesona wisata alam di Wonogiri,” ujar Kepala Disporapar Wonogiri Haryanto saat melepas keberangkatan peserta trip di kantor Disporapar Wonogiri.
Perjalanan lalu dimulai. Peserta menuju tempat tujuan dengan naik dua bus. Tujuan trip kali ini adalah di Kecamatan Pracimantoro.
Tujuan awal kami adalah di Museum Karst Indonesia di Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam dari pusat Wonogiri.
Museum ini diresmikan pada 30 Juni 2009 oleh presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.
Museum Karst Indonesia di Wonogiri, Jawa Tengah.“Ini adalah museum karst terbesar se-Asia Tenggara,” kata pemandu Museum Karst Indonesia bernama Prasetyaningsih yang akrab disapa Nining kepada peserta.
Di Museum Karst, peserta diajak untuk lebih tahu seputar pengetahuan batuan karst di dunia, terutama Indonesia dan Wonogiri.
Baca juga: Sejarah Kereta Api Wonogiri-Baturetno, Kini Tinggal Kenangan
Itu karena Wonogiri bagian selatan adalah hamparan pegunungan karst yang masuk dalam barisan UNESCO Global Geopark Gunung Sewu.
Peserta Wonogiri Historical Trip 2026 saat belajar seputar karst di Museum Karst Indonesia (1/2/2026)Kami belajar melalui film dokumenter, dan penjelasan pemandu yang menjabarkan berbagai hal, mulai dari bagaimana pembentukan batuan karst dari dasar laut hingga terangkat ke daratan.
Menariknya, Nining menjelaskan ilmu geologi itu dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam.
Baca juga: Walking Tour Sejarah di Wonogiri, Menyusuri Peninggalan Jalur Kereta ke Baturetno