Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wonogiri juga Punya Dusun di Lembah Kering Bengawan Solo Purba

Kompas.com, 10 Februari 2026, 12:01 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com – Lembah kering Sungai Bengawan Solo Purba adalah salah satu geosite atau situs geologi di Geopark Gunung Sewu.

Pengunjung bisa menyaksikan lembah memanjang dari Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri dan bermuara di Pantai Sadeng, Gunungkidul.

Kamu bahkan bisa menyaksikan lembah sungai ini dari layar smartphone melalui aplikasi Google Maps.

Baca juga: Keajaiban Alam Wonogiri, Serunya Jelajah Bentang Karst hingga Lembah Bengawan Solo Purba

Kini tak hanya sekadar lembah sungai yang mengering. Kamu bisa menemukan permukiman di lembah sungai ini.

Salah satunya adalah Dusun Mendak yang berada di Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Suasana desa yang masih asri

Kompas.com sempat berkunjung langsung ke Dusun Mendak ini pada Minggu (1/2/2026) saat acara Wonogiri Historical Trip.

Akses menuju lokasi berupa jalan cor khas desa yang tidak begitu lebar. Namun, mobil dan bus kecil masih bisa mencapai lokasi.

Begitu sampai Dusun Mendak, kami bisa merasakan suasana perdesaan yang masih asri dengan rumah joglo sederhana. Sebagian warga juga memelihara sapi di pekarangan rumahnya.

Warga setempat sebagian besar bekerja dengan bercocok tanam dan mencari pakan ternak dari pagi dan sore, lalu pulang pada sore hari.

Baca juga: Sejarah Kereta Api Wonogiri-Baturetno, Kini Tinggal Kenangan

“Di sini memang dibiarkan seperti desa apa adanya,” kata pemandu wisata Museum Karst Indonesia Ari Winanto kepada peserta, Minggu.

Aktivitas di Dusun Mendak, Bengawan Solo Purba

Meski begitu, pengunjung tidak hanya bisa berjalan-jalan di Dusun Mendak. Ada sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan, yakni:

1. Menikmati kuliner khas desa

Pengunjung bisa menikmati kuliner khas desa, seperti singkong rebus, jagung rebus, pecel, hingga sayur jantung pisang.

2. Minum jamu kunyit

Warga setempat juga membuat jamu tradisional dari kunyit yang ditanam langsung di kebun. Jamu ini jadi obat tradisional warga sejak zaman dulu.

“Jadi warga sini kalau enggak enak badan, sejak dulu ya minum jamu,” ujar Ari.

3. Bikin kerupuk romeo

Meski merupakan desa terpencil, Dusun Mendak ternyata punya makanan dengan nama dari Eropa, yakni kerupuk romeo.

Proses Pembuatan Kerupuk Romeo di Dusun Mendak, Wonogiri (1/2/2026).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Proses Pembuatan Kerupuk Romeo di Dusun Mendak, Wonogiri (1/2/2026).

Halaman:


Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau