Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Ungkap Motif Remaja 17 Tahun Tega Bakar Rumah Pasutri Lansia hingga Tewas di Bengkalis Riau

Kompas.com, 29 Mei 2026, 20:35 WIB
Idon Tanjung,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pasangan suami istri (Pasutri), Abdullah (81) dan Sakinah (71) tewas dalam kebakaran rumahnya, di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, rumah korban sengaja dibakar oleh seorang anak laki-laki berinisial S (17).

Kasi Humas Polres Bengkalis, Aipda Juliandi mengungkapkan, motif pelaku melakukan pembakaran rumah korban karena sakit hati. Pelaku dan korban tinggal di desa yang berbeda. Namun, pelaku sering datang ke rumah korban mencari barang bekas.

Baca juga: Pasutri di Bengkalis Riau Tewas Akibat Rumahnya Dibakar Anak di Bawah Umur

"Pelaku sering datang mencari kaleng bekas ke rumah korban, sehingga korban marah. Rupanya pelaku merasa sakit hati," kata Juliandi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (29/5/2026).

Pelaku mencari barang-barang bekas di rumahnya untuk menyulut api dari belakang rumah korban. Api dengan cepat membesar, karena rumah korban bangunan semi permanen.

"Korban mengalami luka bakar, kondisinya parah, sehingga mengakibatkan meninggal dunia," kata Juliandi.

Baca juga: Gadis di Bengkalis Rampok Emas Ibunya Bersama Pacar, Sempat Lapor Polisi Sebelum Ditangkap

Kendati demikian, tambah dia, penyidik terus mendalami motif pelaku. Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri), Abdullah (81) dan Sakinah (71) tewas dalam kebakaran rumahnya, di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (27/5/2026).

Kebakaran rumah korban, ternyata akibat dibakar oleh seorang anak laki-laki di bawah umur berinisial S (17).

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, kasus tersebut ditangani oleh Polsek Bukit Batu.

"Polsek Bukit Batu telah menetapkan satu orang tersangka berinisial S, yang diduga sengaja membakar rumah korban hingga meninggal dunia. Tersangka anak di bawah umur," kata Fahrian kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Deteksi Dini Narkoba, 42 Hakim dan Pegawai PN Bengkalis Jalani Tes Urine Mendadak

Fahrian menjelaskan, pelaku membakar rumah korban pada waktu dini hari. Dalam sekejap, rumah korban rata dengan tanah karena bangunan semi permanen. Kedua pasutri lanjut usia (lansia) itu tak dapat menyelamatkan diri, akibat besarnya kobaran api.

"Korban atas nama Sakinah meninggal dunia akibat luka bakar serius. Sementara suaminya, Abdullah sempat dirujuk ke RSUD Siak dengan kondisi luka bakar hampir 90 persen. Namun, korban tak sadarkan diri dan meninggal dunia," kata Fahrian.

Atas kejadian itu, Unit Reskrim Polsek Bukit Batu melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengungkap bahwa rumah korban sengaja dibakar oleh pelaku S.

Baca juga: Calon Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Ini Kronologi dan Penjelasan Petugas

"Tersangka diduga melakukan pembakaran menggunakan bahan mudah terbakar. Disulut dari bagian belakang rumah korban saat situasi tengah sepi," kata Fahrian.

Selain rumah korban utama, pihak kepolisian juga mendalami keterkaitan tersangka dengan sejumlah peristiwa kebakaran lain yang sebelumnya terjadi di wilayah Desa Batang Duku dan Sungai Selari. 

Beberapa bangunan yang terbakar, di antaranya rumah kayu, rumah semi permanen hingga bangunan sarang burung walet.

Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang rumah sebelum dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan. 

Baca juga: Pembalakan Liar di Bengkalis Riau Terungkap, Sopir Truk Kayu Ilegal Ditangkap

Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual, namun keterbatasan alat membuat api sulit dikendalikan.

Petugas Damkar Kecamatan Bukit Batu bersama personel Polsek Bukit Batu kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 00.40 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pengamanan area sekitar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB.

Adapun, kerugian materi akibat kebakaran itu, diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta. 

Saat ini, kata Fahrian, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif dan proses pengembangan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Bukit Batu. 

Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti tambahan guna melengkapi proses penyidikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Regional
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Regional
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Regional
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Regional
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Polisi Ungkap Motif Remaja 17 Tahun Tega Bakar Rumah Pasutri Lansia hingga Tewas di Bengkalis Riau
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat