Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalteng Siap Suplai Bahan Baku B50, Gubernur Agustiar Sabran Pilih Optimalkan Lahan Sawit yang Ada

Kompas.com, 13 Mei 2026, 15:10 WIB
Akhmad Dhani,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan bahan bakar B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Sebagai salah satu lumbung kelapa sawit nasional, Kalteng diproyeksikan menjadi pemasok utama bahan baku biodiesel tersebut.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti instruksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meski kebutuhan bahan baku akan meningkat seiring peralihan ke B50—campuran 50 persen minyak sawit (CPO) dan 50 persen bahan bakar konvensional—Agustiar memastikan tidak akan ada pembukaan lahan baru dalam skala besar.

"Siap tidak siap, ini kan sudah ditetapkan pusat, tentu akan kami siapkan. Lahan yang sudah ada saja sudah terlalu luas, sehingga cukup mengoptimalkan sawit dari lahan-lahan yang sudah ada," ujar Agustiar usai menghadiri Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Daerah di Polda Kalteng, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Pakar Ingatkan Biodiesel B50 Tak Cukup Jadi Kebijakan Energi, Ini Alasannya

Gandeng Perusahaan dan Berdayakan Petani Lokal

Dalam memenuhi target pasokan, Pemprov Kalteng akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan sawit di wilayah setempat melalui skema hilirisasi. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Norhani, menambahkan bahwa persiapan dilakukan secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.

Selain melibatkan korporasi besar, pemerintah juga berencana memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bumdes, hingga Koperasi Merah Putih untuk memperkuat industri petani sawit rakyat.

Hilirisasi sawit ini menjadikannya bukan hanya sebagai bahan mentah, melainkan barang jadi. Nanti akan ada pemberdayaan industri petaninya,” kata Norhani.

Baca juga: Bahlil Buka Peluang Penyesuaian Mandatori B50 Bila Uji Teknis Terkendala

Fokus pada PAD dan Keberlanjutan Lingkungan

Penerapan B50 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah, terutama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan pekerjaan baru. Namun, Pemprov Kalteng menekankan bahwa aspek keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan implementasi kebijakan ini tidak memicu konflik agraria baru yang merugikan masyarakat. Fokus utama tetap pada optimalisasi produktivitas lahan yang sudah mengantongi izin, tanpa harus merambah kawasan hutan baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Regional
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Regional
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Regional
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Regional
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kalteng Siap Suplai Bahan Baku B50, Gubernur Agustiar Sabran Pilih Optimalkan Lahan Sawit yang Ada
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat