KENDARI, KOMPAS.com - Polda Sulawesi Tenggara akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait video viral penggerebekan oknum anggota TNI bersama istri polisi yang dilakukan oleh seorang personel Brimob pada Jumat (17/4/2026). Kasus ini menjadi sorotan setelah sang suami, yang merupakan anggota Brimob, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Paud Mitra Subbid Penmas Bidang Humas Polda Sultra, Ipda Hasrun, menyatakan bahwa pihaknya masih perlu melakukan konfirmasi langsung kepada personel Brimob yang bersangkutan terkait video permintaan maaf tersebut.
"Sikap Polda Sultra mengimbau yang bersangkutan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, dan atau hukum yang berlaku atas permasalahan yang dialami," kata Hasrun kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: ASN di Nganjuk Diduga Selingkuh dengan Polisi, Bupati Siapkan Sanksi jika Terbukti
Hasrun menjelaskan bahwa saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra telah mengambil keterangan dari personel Brimob tersebut sebagai pelapor setelah melaporkan istrinya. Polda Sultra juga meminta anggotanya itu untuk menahan diri agar tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya di tengah proses yang berjalan.
Terkait kehadiran anggota Provos Polda Sultra di lokasi kejadian saat malam penggerebekan, Hasrun menegaskan bahwa hal tersebut merupakan langkah antisipasi.
"Hal itu sebagai langkah antisipasi adanya gesekan antar pihak," tegasnya. Hingga saat ini, Hasrun mengaku belum ada pemanggilan resmi terhadap oknum Brimob tersebut oleh Bidang Propam Polda Sultra.
Baca juga: ASN Nganjuk Diduga Selingkuh dengan Oknum Polisi, Disnaker Akan Lakukan Klarifikasi
Sebelumnya, pada Minggu (19/4/2026), personel Brimob yang menjadi korban perselingkuhan tersebut mengunggah video permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu murni urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi Polri.
"Saya atas nama keluarga memohon maaf atas beredarnya video yang viral di media sosial tentang keluarga saya. Kejadian ini murni urusan rumah tangga dan tidak berkaitan dengan kedinasan saya sebagai anggota Polri, khususnya Brimob," jelasnya dalam video tersebut.
Peristiwa ini bermula saat seorang Bhayangkari berinisial TR digerebek oleh suaminya bersama anggota Polresta Kendari dan Provos di salah satu kamar kos di Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari. Saat itu, TR kedapatan sedang berduaan dengan oknum anggota TNI berinisial Pratu WI. Personel Brimob tersebut menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang