Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalteng Alami Inflasi Maret 2026, Kenaikan Makanan dan Minuman Jadi Pemicu

Kompas.com, 1 April 2026, 21:34 WIB
Akhmad Dhani,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat bahwa wilayah setempat mengalami inflasi pada Maret 2026.

Komoditas makanan dan minuman menjadi pemicu terjadinya inflasi tersebut. Kondisi ini terjadi di tengah momentum puasa Ramadhan, masa panen beras, hingga penyesuaian harga BBM.

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti memaparkan bahwa pada Maret 2026, Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,54 persen secara bulanan (month-to-month).

Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 3,86 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,39 persen.

Baca juga: Inflasi Maret Melandai ke 3,48 Persen, Efek Diskon Listrik Masih “Menghantui”

“Inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar,” beber Agnes saat merilis berita resmi statistik (BRS) edisi 1 April 2026 di Ruang Vicon, Kantor BPS Kalteng, Palangka Raya, Rabu (1/4/2026).

Sejumlah komoditas utama yang mendorong inflasi tersebut antara lain beras, cabai rawit, ikan nila, dan bensin. Sementara itu, komoditas seperti daging ayam ras dan emas perhiasan turut menahan laju inflasi.

“Meningkatnya permintaan saat Idul Fitri, kenaikan harga beras akibat belum memasuki masa panen, serta penyesuaian harga BBM non-subsidi turut memengaruhi pergerakan harga,” ujarnya.

Meski demikian, Agnes memastikan bahwa secara keseluruhan, kondisi ekonomi Kalimantan Tengah pada awal 2026 menunjukkan stabilitas yang cukup terjaga.

“Hal ini ditandai dengan inflasi yang terkendali, peningkatan kesejahteraan petani, serta tetap terjaganya surplus neraca perdagangan meskipun terdapat dinamika pada sektor pariwisata dan transportasi,” paparnya.

Baca juga: Ada Lebaran, Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 persen

Indikator stabilitas ekonomi Kalteng 2026

Selain dari segi inflasi, ada beberapa indikator lainnya yang menunjukkan stabilitas ekonomi Kalteng.

Dari sisi kesejahteraan petani, nilai tukar petani (NTP) Kalteng pada Maret 2026 tercatat sebesar 137,75 atau naik 1,04 persen dibandingkan Februari 2026.

“Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan daya beli petani, terutama pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat,” imbuhnya.

Kemudian, di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalimantan Tengah selama Januari–Februari 2026 mencapai 558,03 juta dollar AS, yang didominasi sektor pertambangan, khususnya batu bara.

Negara tujuan utama ekspor meliputi Jepang, India, dan Korea Selatan.

“Sementara itu, impor tercatat relatif kecil dengan komoditas utama berupa mesin/peralatan mekanik dan bahan bakar mineral. Neraca perdagangan masih mencatat surplus sebesar 4,72 juta dollar AS,” jelasnya.

Baca juga: Prospek Emas hingga 2026: Tinjauan Inflasi AS dan Kebijakan Bank Sentral

Di sektor pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 tercatat sebanyak 842.414 perjalanan untuk asal Kalimantan Tengah dan 867.864 perjalanan menuju Kalimantan Tengah.

“Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang mencapai 38,95 persen, sedangkan hotel non-bintang sebesar 20,68 persen. Jumlah tamu hotel bintang tercatat sebanyak 34.713 orang dengan dominasi wisatawan domestik,” tambahnya.

Sementara itu, pada sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara pada Februari 2026 tercatat sebanyak 100.495 orang, dengan frekuensi penerbangan mencapai 1.146 penerbangan.

“Untuk angkutan laut, jumlah penumpang mencapai 24.166 orang dengan 856 kunjungan kapal. Secara umum, terjadi fluktuasi baik pada jumlah penumpang maupun volume barang dibandingkan bulan sebelumnya,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Regional
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Regional
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Regional
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Regional
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kalteng Alami Inflasi Maret 2026, Kenaikan Makanan dan Minuman Jadi Pemicu
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat