Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Bangkitkan UMKM, Dompet Dhuafa Hadirkan Food Court Nusadaya di Bandung

Kompas.com, 1 Februari 2026, 14:44 WIB
Tsabita Naja,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dompet Dhuafa meresmikan Food Court Nusadaya Jawa Barat yang berlokasi di Komplek Bumi Harapan, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (21/1/2026).

Food Court Nusadaya merupakan program yang digagas Dompet Dhuafa untuk membangkitkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menyediakan ruang untuk berjualan.

Program tersebut menyasar pelaku UMKM yang selama ini berjualan di ruang terbuka dengan keterbatasan fasilitas sehingga sulit menarik pelanggan meski berada di lokasi strategis.

Salah satu penerima manfaat program Food Court Nusadaya adalah Romi Guandi (35), pedagang sushi yang telah berjualan sejak 2017. Ide jualan ini berangkat dari kegemaran mencamil dan keinginannya menghadirkan camilan yang lebih sehat.

Baca juga: Makan Sushi Pakai Tangan atau Sumpit? Ini Kata Chef Asli Jepang

Sebelum bergabung dengan Food Court Nusadaya, Romi berjualan di lapak sederhana di pinggir jalan Desa Cibiru Hilir.

Meski berada di kawasan yang ramai dan dikelilingi aktivitas warga, lapak Romi kerap sepi pengunjung karena kondisi sekitar yang kurang memadai, seperti tidak adanya atap dan tempat duduk yang nyaman.

Hal tersebut membuat banyak orang memilih sekadar lewat. Sesekali pelanggan berhenti untuk membeli. Namun, jika hujan turun, mereka enggan menghampiri.

"Orang lewat banyak. Tapi yang mampir sedikit. Kalau panas sepi, kalau hujan lebih sepi lagi,” ucap Romi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: Pelabuhan Jangkar Situbondo Sepi Peminat, Pengusaha Penyeberangan Pilih Mundur

Tak jarang, satu hari berlalu dengan penghasilan yang nyaris tak seberapa. Tantangan pun terus muncul, mulai dari sulitnya mencari bahan baku hingga harus menghadapi pandangan orang-orang yang menganggap sushi sebagai makanan asing, bahkan mentah.

Namun, pria yang berprofesi utama sebagai guru seni rupa tersebut tetap bertahan. Di tengah kesibukannya mengajar anak-anak menggambar dan melukis, Romi tetap berjualan demi menghidupi keluarganya.

Hal yang membuatnya tetap kuat adalah apresiasi pelanggan yang mau datang kembali ke lapaknya untuk membeli sushi buatannya.

“Kalau ada yang cocok dan datang lagi, rasanya capek langsung hilang,” ungkap Romi.

Baca juga: Ada Spot Makan Sushi untuk yang Suka Makan Sendiri di Jakarta

Perubahan yang dirasakan Romi

Sejak menempati Food Court Nusadaya, Romi mengaku mengalami peningkatan jumlah pelanggan dan pendapatan.

Penjualannya kini berkisar 30–40 porsi pada hari biasa dan meningkat hingga dua kali lipat saat akhir pekan. Omzet bulanannya pun dapat mencapai sekitar Rp 5 juta.

“Sekarang orang lebih betah. Lebih banyak yang mau mampir dan jualan rasanya lebih tenang,” ujar Romi.

Selain mendapat tempat yang nyaman, Romi juga menerima pendampingan usaha selama dua tahun dan bantuan modal yang menjadi bekal penting untuk melangkah lebih yakin. Baginya, food court ini menjadi ruang untuk kembali percaya bahwa usaha kecil pun layak dihargai.

Baca juga: 7 Tempat Makan Dekat Stasiun MRT Cipete, Opsi Selain Food Court Bandung Raya

Sebagai informasi, Food Court Nusadaya dilengkapi dengan mushala dan toilet yang bersih sehingga pelanggan dapat merasa lebih nyaman untuk menikmati berbagai sajian yang ditawarkan oleh Romi dan 18 UMKM lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Regional
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Regional
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Regional
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Regional
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau