Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Hadiri Pameran DXI, Bupati Benyamin Paparkan Kekayaan Potensi Wisata Alam, Sejarah, dan Budaya MBD

Kompas.com, 5 Juni 2023, 19:47 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach mengatakan, pemerintah dan rakyat MBD bersyukur atas berkah yang diberikan Tuhan.

Benyamin menyebutkan, MBD banyak menawarkan destinasi wisata, di antaranya wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata bahari seperti diving, snorkeling, dan lainnya.

“Banyak sekali destinasi wisata alam yang indah dan eksotis terdapat di MBD. Mulai dari gunung, hutan, danau, pantai, taman bawah laut, situs dan peninggalan leluhur, benda-benda pusaka adat, hingga kain tenun dan basta yang patut diperlihatkan sampai ke mancanegara,” kata Benyamin, dikutip dari siaran persnya, Senin (5/6/2023).

Dia mengatakan itu saat mempromosikan potensi wisata Kabupaten MBD dalam Pameran Deep and Extreme (DXI) 2023 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Jumat (2/6/2023).

Benyamin mengatakan, selain keindahan alam masyarakat MBD memiliki kearifan lokal yang patut diketahui dunia.

Baca juga: Perjuangkan Nasib 4.017 Honorer, Pemkab MBD Lakukan Koordinasi dengan Kementerian PAN-RB

Kearifan lokal itu, seperti tarian, cerita rakyat, lagu, bahasa daerah, permainan tradisional, hingga makanan khas yang cukup banyak dan beragam.

“Berdasarkan hasil penelitian WHF semuanya masih sangat bagus. Terumbu karang dan biota lautnya masih sangat bagus, sehingga bisa untuk wisata diving di sana,” ucapnya.

Benyamin pun berharap, lewat pameran seperti DXI, seluruh potensi wisata dan kearifan masyarakat lokal perlu ditingkatkan sehingga menjadi daya tarik para wisatawan untuk mau berkunjung ke MBD.

“Kami memiliki potensi yang besar di MDB. Semoga menjadi harapan baru bagi Indonesia. Harapan kami ke depan MBD bisa menjadi salah satu ajang pariwisata di Indonesia,” ujarnya.

Benyamin mengatakan, Pulau MDB yang kecil-kecil membentang di bagian selatan Indonesia berbatasan dengan Timor Leste dan Australia.

Baca juga: MBD Raih Opini WTP 4 Kali Berturut-turut, Bupati Benyamin Thomas: Ini Bukan Prestasi, Tetapi Kewajiban

“MBD berada di antara Labuan Bajo dan Raja Ampat. Mudah-mudahan wisatawan dari Bali ke Labuan Bajo mampir dulu ke tempat kami baru ke Raja Ampat,” ungkapnya.

Dia berharap, destinasi wisata MBD perlahan-lahan dapat dibangun meski dengan kondisi keuangan yang terbatas, terutama fasilitas pendukung baik jalan, jembatan, hingga telekomunikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau