Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Plafon Mobil Mulai Turun? Kenali Penyebab dan Biaya Perbaikannya

Kompas.com, 15 April 2026, 19:41 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Plafon mobil yang mulai menggantung dapat mengganggu kenyamanan sekaligus merusak tampilan kabin. Gejala awal biasanya ditandai dengan lapisan plafon yang mengendur, bergelembung, hingga akhirnya terlepas dari rangkanya.

Menurut Akhir, pemilik bengkel Berkah di Tangerang, kondisi ini umumnya dipicu usia pakai serta melemahnya daya rekat lem.

“Seiring waktu, lem yang menempelkan kain plafon ke rangka bisa kering dan kehilangan daya rekat. Apalagi kalau mobil sering terpapar panas, prosesnya jadi lebih cepat,” kata Akhir kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Review Konsumsi Bahan Bakar Harian Vespa Primavera 180 Terbaru

Ia menjelaskan, suhu kabin yang tinggi akibat parkir di bawah sinar matahari menjadi faktor yang paling sering mempercepat kerusakan plafon. Panas berlebih membuat lem cepat getas, sehingga kain plafon tidak lagi menempel dengan sempurna.

Selain itu, kelembapan juga dapat memperparah kondisi. Air yang masuk ke dalam kabin, baik dari kebocoran maupun embun AC, bisa merusak lapisan busa di balik plafon sekaligus mempercepat kerusakan perekat.

“Kalau sudah lembap, biasanya busanya ikut rusak. Jadi bukan cuma lem yang bermasalah, tapi materialnya juga sudah tidak kuat,” ujarnya.

Perbaikan plafon mobil turunINDOLEATHER Perbaikan plafon mobil turun

Untuk perbaikan, Akhir menyebut ada beberapa metode yang bisa dilakukan, mulai dari pengeleman ulang hingga penggantian total lapisan plafon. Meski begitu, metode tambal sulam umumnya hanya bersifat sementara.

“Kalau mau hasil rapi dan tahan lama, sebaiknya ganti lapisan plafon sekalian. Jadi kain dan busanya baru semua,” kata dia.

Dari sisi biaya, perbaikan plafon mobil tergolong bervariasi, tergantung jenis mobil dan material yang digunakan. Pengeleman ulang sederhana biasanya dimulai dari ratusan ribu rupiah, sementara penggantian plafon secara menyeluruh umumnya berada di kisaran Rp 800.000 hingga Rp 2 jutaan.

Baca juga: Tren Karpet Mobil: Mengapa Hitam Jadi Pilihan Utama di Indonesia?

Akhir menyarankan pemilik mobil segera melakukan perbaikan saat gejala awal mulai muncul. Selain menjaga estetika kabin, langkah ini juga dapat mencegah kerusakan semakin parah yang berpotensi membuat biaya perbaikan membengkak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau