Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Foton eTunland vs Isuzu D-Max: Pikap EV atau Diesel untuk Medan Berat?

Kompas.com, 15 April 2026, 10:22 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Foton eTunland memberikan warna baru bagi industri kendaraan niaga.

Bukan sekadar pikap biasa, eTunland datang dengan teknologi listrik murni (EV) dan sistem penggerak 4x4.

Namun, di segmen kendaraan pekerja seperti pertambangan dan perkebunan, nama besar Isuzu D-Max Rodeo sudah lebih dulu dikenal.

Lantas, jika keduanya disandingkan untuk kebutuhan berat, mana yang lebih unggul secara spesifikasi?

Baca juga: Foton eView Blind Van Unjuk Gigi di Giicomvec 2026

Isuzu Traga dan D-Max di Giicomvec 2026KOMPAS.com/FATHAN Isuzu Traga dan D-Max di Giicomvec 2026

Performa Motor Listrik vs Mesin Diesel

Di atas kertas, Foton eTunland menawarkan performa mengandalkan dua motor listrik, eTunland mampu menghasilkan tenaga hingga 250 kW atau sekitar 335 TK dengan torsi instan 516 Nm.

Angka ini jauh melampaui Isuzu D-Max Rodeo yang mengandalkan mesin diesel RZ4E-TC 1.900 cc.

Baca juga: Sering Tidur di Mobil dengan AC Nyala, Waspada Dampak Buruknya

Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 jutaKOMPAS.com/FATHAN Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 juta

Mesin diesel kebanggaan Isuzu tersebut menghasilkan tenaga 150 PS (sekitar 148 TK) dan torsi 350 Nm.

Untuk urusan tarikan awal di medan berat, torsi instan dari motor listrik eTunland tentu lebih menjanjikan produktivitas.

Namun, D-Max memiliki keunggulan pada transmisi manual 6-percepatan yang sudah teruji daya tahannya di medan ekstrem, serta sistem Shift On The Fly 4WD dengan Differential Lock yang mekanikal dan mudah diperbaiki.

Ketangguhan di Medan Berat

Isuzu D-Max di GIIAS 2025PT IAMI Isuzu D-Max di GIIAS 2025

Bicara operasional di tambang atau kebun, ground clearance adalah variabel krusial.

Dalam hal ini, D-Max Rodeo masih unggul dengan jarak terendah ke tanah setinggi 235 mm.

Sementara eTunland, dengan beban baterai yang cukup berat di kolong, memiliki ground clearance setinggi 195 mm.

Untuk melibas genangan air atau jalanan berlumpur yang dalam, D-Max memberikan rasa percaya diri lebih tinggi.

Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 jutaKOMPAS.com/FATHAN Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 juta

Namun, eTunland membalasnya dengan approach angle 27,5 derajat yang cukup mumpuni untuk mendaki gundukan tanah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau