JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Foton eTunland memberikan warna baru bagi industri kendaraan niaga.
Bukan sekadar pikap biasa, eTunland datang dengan teknologi listrik murni (EV) dan sistem penggerak 4x4.
Namun, di segmen kendaraan pekerja seperti pertambangan dan perkebunan, nama besar Isuzu D-Max Rodeo sudah lebih dulu dikenal.
Lantas, jika keduanya disandingkan untuk kebutuhan berat, mana yang lebih unggul secara spesifikasi?
Baca juga: Foton eView Blind Van Unjuk Gigi di Giicomvec 2026
Isuzu Traga dan D-Max di Giicomvec 2026Di atas kertas, Foton eTunland menawarkan performa mengandalkan dua motor listrik, eTunland mampu menghasilkan tenaga hingga 250 kW atau sekitar 335 TK dengan torsi instan 516 Nm.
Angka ini jauh melampaui Isuzu D-Max Rodeo yang mengandalkan mesin diesel RZ4E-TC 1.900 cc.
Baca juga: Sering Tidur di Mobil dengan AC Nyala, Waspada Dampak Buruknya
Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 jutaMesin diesel kebanggaan Isuzu tersebut menghasilkan tenaga 150 PS (sekitar 148 TK) dan torsi 350 Nm.
Untuk urusan tarikan awal di medan berat, torsi instan dari motor listrik eTunland tentu lebih menjanjikan produktivitas.
Namun, D-Max memiliki keunggulan pada transmisi manual 6-percepatan yang sudah teruji daya tahannya di medan ekstrem, serta sistem Shift On The Fly 4WD dengan Differential Lock yang mekanikal dan mudah diperbaiki.
Isuzu D-Max di GIIAS 2025Bicara operasional di tambang atau kebun, ground clearance adalah variabel krusial.
Dalam hal ini, D-Max Rodeo masih unggul dengan jarak terendah ke tanah setinggi 235 mm.
Sementara eTunland, dengan beban baterai yang cukup berat di kolong, memiliki ground clearance setinggi 195 mm.
Untuk melibas genangan air atau jalanan berlumpur yang dalam, D-Max memberikan rasa percaya diri lebih tinggi.
Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 jutaNamun, eTunland membalasnya dengan approach angle 27,5 derajat yang cukup mumpuni untuk mendaki gundukan tanah.