Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KFC Indonesia (FAST) Catat Laba Rp 12,6 Miliar, Pendapatan Rp 1,4 Triliun

Kompas.com, 26 Mei 2026, 08:38 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran KFC di Indonesia, membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 12,66 miliar pada kuartal I 2026.

Kinerja operator KFC Indonesia ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi Rp 40,08 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5/2026), laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 13,29 miliar.

Baca juga: KFC Indonesia (FAST) Rugi Rp 369 Miliar Meski Pendapatan Rp 4,88 Triliun

Salah satu gerai KFC.liverpoolecho.co.uk Salah satu gerai KFC.

Adapun pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatat rugi sebesar Rp 36,78 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut terjadi seiring kenaikan pendapatan dan membaiknya laba usaha perseroan pada awal tahun ini.

Pendapatan FAST tumbuh jadi Rp 1,42 triliun

FAST mencatat pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini naik dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,19 triliun.

Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp 598,59 miliar dari sebelumnya Rp 485,50 miliar.

Baca juga: Indodax dan KFC Tawarkan Paket Hemat untuk Pengguna Kripto

Meski demikian, perseroan masih mampu mencatat laba bruto sebesar Rp 824,52 miliar, naik dari Rp 714,45 miliar pada kuartal I 2025.

FAST juga menekan sejumlah beban operasional. Beban penjualan dan distribusi tercatat Rp 654,85 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp 657,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 141,32 miliar dari sebelumnya Rp 167,08 miliar.

Ilustrasi gerai KFC.SHUTTERSTOCK/INPROGRESSIMAGING Ilustrasi gerai KFC.

Perseroan turut mencatat penurunan beban operasi lain menjadi Rp 10,13 miliar dari Rp 11,39 miliar pada kuartal I 2025.

Baca juga: Kolaborasi BYD dan KFC di China: Cas Mobil Listrik Sekaligus Makan, Cuma 9 Menit

Penghasilan operasi lain tercatat Rp 11,93 miliar, meski lebih rendah dibandingkan Rp 85,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan perkembangan tersebut, FAST membukukan laba usaha sebesar Rp 30,13 miliar. Pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatat rugi usaha sebesar Rp 35,96 miliar.

Beban keuangan masih tinggi

Dalam laporan keuangan tersebut, FAST mencatat penghasilan keuangan sebesar Rp 510,43 juta. Namun, perseroan juga masih menanggung beban keuangan sebesar Rp 22,56 miliar.

Selain itu, bagian atas laba entitas asosiasi tercatat sebesar Rp 1,60 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 231 juta.

Baca juga: KFC dan Pizza Hut India Sepakat Merger di Tengah Tekanan Industri

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau