Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran KFC di Indonesia, membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 12,66 miliar pada kuartal I 2026.
Kinerja operator KFC Indonesia ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi Rp 40,08 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5/2026), laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 13,29 miliar.
Baca juga: KFC Indonesia (FAST) Rugi Rp 369 Miliar Meski Pendapatan Rp 4,88 Triliun
Salah satu gerai KFC.Adapun pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatat rugi sebesar Rp 36,78 miliar.
Perbaikan kinerja tersebut terjadi seiring kenaikan pendapatan dan membaiknya laba usaha perseroan pada awal tahun ini.
FAST mencatat pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini naik dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,19 triliun.
Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp 598,59 miliar dari sebelumnya Rp 485,50 miliar.
Baca juga: Indodax dan KFC Tawarkan Paket Hemat untuk Pengguna Kripto
Meski demikian, perseroan masih mampu mencatat laba bruto sebesar Rp 824,52 miliar, naik dari Rp 714,45 miliar pada kuartal I 2025.
FAST juga menekan sejumlah beban operasional. Beban penjualan dan distribusi tercatat Rp 654,85 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp 657,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 141,32 miliar dari sebelumnya Rp 167,08 miliar.
Ilustrasi gerai KFC.Perseroan turut mencatat penurunan beban operasi lain menjadi Rp 10,13 miliar dari Rp 11,39 miliar pada kuartal I 2025.
Baca juga: Kolaborasi BYD dan KFC di China: Cas Mobil Listrik Sekaligus Makan, Cuma 9 Menit
Penghasilan operasi lain tercatat Rp 11,93 miliar, meski lebih rendah dibandingkan Rp 85,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan perkembangan tersebut, FAST membukukan laba usaha sebesar Rp 30,13 miliar. Pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatat rugi usaha sebesar Rp 35,96 miliar.
Dalam laporan keuangan tersebut, FAST mencatat penghasilan keuangan sebesar Rp 510,43 juta. Namun, perseroan juga masih menanggung beban keuangan sebesar Rp 22,56 miliar.
Selain itu, bagian atas laba entitas asosiasi tercatat sebesar Rp 1,60 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 231 juta.
Baca juga: KFC dan Pizza Hut India Sepakat Merger di Tengah Tekanan Industri