Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas Dunia Naik 1 Persen saat Minyak Turun, Investor Mulai Kembali Cari Safe Haven

Kompas.com, 26 Mei 2026, 08:30 WIB
Yohana Artha Uly,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Sumber Reuters

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026) waktu setempat atau Selasa (26/5/2026) pagi WIB, seiring melemahnya harga minyak dan dollar AS di tengah harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,2 persen menjadi 4.561,51 dollar AS per ons. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni menguat 0,9 persen menjadi 4.563,60 dollar AS per ons.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi arah harga minyak dunia dan ekspektasi kebijakan suku bunga AS.

"Aset keuangan saat ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak, begitu pula dengan harga emas," ujar Staunovo.

Menurut dia, penurunan harga minyak memberi ruang bagi penguatan emas karena memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Segera Damai

Harga Minyak dan Dollar AS Melemah

Optimisme pasar terhadap kemungkinan perdamaian antara AS dan Iran membuat harga minyak dan dollar AS melemah, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang.

Pasar tetap optimistis meskipun AS dan Iran sama-sama meredam peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua negara telah banyak membahas nota kesepahaman terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, kedua pihak masih memiliki sejumlah perbedaan dalam isu-isu penting yang harus diselesaikan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Di sisi lain, pasar saham global menguat, sedangkan harga minyak turun di bawah 100 dollar AS per barrel dan menyentuh level terendah dalam dua pekan. Nilai tukar dollar AS juga berada di dekat posisi terendah dalam sepekan.

Staunovo memperkirakan tren penguatan emas masih berlanjut dalam jangka pendek seiring pelemahan harga energi global.

Baca juga: Rupiah Dibayangi Rezim Baru The Fed

Arah Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian

Sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari lalu, harga emas tercatat turun sekitar 14 persen. Selama konflik berlangsung, kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan membuat ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 40 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Angka tersebut berubah drastis dibandingkan sebelum konflik pecah, ketika sebagian besar ekonom memperkirakan bank sentral AS justru akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini.

Di sisi lain, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat (22/5/2026), di tengah tekanan ekonomi AS akibat lonjakan harga bahan bakar yang dipicu konflik Timur Tengah.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot naik 2,5 persen menjadi 77,41 dollar AS per ons.

Kemudian harga platinum naik 1,9 persen menjadi 1.959,30 dollar AS per ons, sedangkan palladium menguat 2,8 persen menjadi 1.386,00 dollar AS per ons.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau