Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Generative AI Masuk Aplikasi Investasi, Bantu Analisis Saham Real-Time

Kompas.com, 17 April 2026, 19:16 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Tuntun Sekuritas Indonesia memperkenalkan fitur berbasis kecerdasan buatan generatif bernama Tuntun AI yang terintegrasi dalam aplikasi investasinya pada awal April 2026.

Perusahaan menyebut, fitur ini menjadi implementasi teknologi generative AI secara langsung (native) di platform broker pasar modal di Indonesia, yang ditujukan untuk membantu investor ritel dalam menganalisis data dan mengambil keputusan investasi.

Di tengah derasnya arus informasi di pasar modal, investor kerap dihadapkan pada banyaknya data, rumor, dan sentimen yang berpotensi menimbulkan kebingungan.

Baca juga: Konsultan Digital Branding Kernel Future Ungkap Kiat Bangun Brand dari Nol di Era Data dan AI

Ilustrasi investasiFREEPIK/8PHOTO Ilustrasi investasi

Kondisi ini dikenal sebagai “analysis paralysis”, ketika investor kesulitan mengambil keputusan karena terlalu banyak informasi yang harus diproses.

Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, mengatakan fitur tersebut dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan (decision-support system) bagi investor.

“Selama ini, musuh terbesar investor ritel bukanlah fluktuasi pasar, melainkan emosi mereka sendiri. Melalui Tuntun AI, kami tidak sekadar memberikan tools trading atau data mentah, tapi menghadirkan 'otak rasional' yang mendampingi mereka 24 jam penuh di dalam aplikasi dalam mendukung analisa data,” ujar Ricki dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, Tuntun AI dirancang untuk membantu pengguna menerjemahkan data pasar menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan relevan untuk pengambilan keputusan.

Baca juga: Tips Investasi Aman dari OJK, Simak Langkahnya

Secara fungsional, fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan atau memilih saham tertentu di dalam aplikasi, yang kemudian akan dijawab dengan penjelasan berbasis data.

Selain itu, sistem disebut menampilkan data pasar secara real-time, sehingga pengguna dapat mengakses informasi yang sesuai dengan kondisi terkini di pasar.

Ilustrasi saham. PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham.

Tuntun AI juga diklaim mampu memberikan pemahaman kontekstual terhadap kondisi pasar, termasuk arah pergerakan, sektor yang terdampak, serta faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.

Pada level analisis saham, fitur ini menggabungkan sejumlah pendekatan, antara lain analisis fundamental, teknikal, aliran dana, serta berita dan referensi harga wajar.

Baca juga: Studi Temukan Fenomena “AI Brain Fry”, Pekerja Alami Beban Mental Baru

Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap suatu saham.

Fitur lainnya mencakup evaluasi portofolio (portfolio health-check), yang memberikan informasi terkait komposisi aset, tingkat konsentrasi investasi, serta potensi risiko apabila terjadi koreksi di sektor tertentu.

Selain itu, tersedia pula analisis berbasis sektor (sector insight) yang menampilkan tren industri, faktor pendorong pergerakan sektor, serta saham-saham yang terkait di dalamnya.

Ricki menegaskan, teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran investor dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Berapa Idealnya Menabung dan Investasi dari Gaji? Ini Rekomendasinya

“Tuntun AI dirancang murni sebagai alat bantu berpikir. Investor tetap memegang kendali penuh dan menjadi pengambil keputusan utama atas dana mereka,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan fitur ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong literasi dan inklusi di pasar modal melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami percaya bahwa ke depan, pendampingan investasi berbasis Generative AI akan menjadi standar baru di industri sekuritas nasional. Tuntun AI menjadi langkah awal Tuntun Sekuritas dalam membangun pengalaman investasi yang lebih cerdas dan adaptif di masa depan,” kata Ricki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau