DENPASAR, KOMPAS.com - Sejak TPA Suwung berhenti menerima sampah organik, jumlah truk pengangkut yang masuk ke sana pun disebut mulai berkurang. Sebelum 1 April 2026, dalam sehari diperkirakan hingga 500 truk pengangkut sampah masuk ke TPA Suwung.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali, I Wayan Koster saat menyampaikan evaluasi pasca TPA Suwung tak terima sampah organik sekaligus saat menggelar rapat dengan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terkait evaluasi pengelolaan sampah Badung–Denpasar, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (7/4/2026).
"Jumlah truk yang ke TPA Suwung, karena hanya sampah residu yang dibawa ke TPA Suwung, sudah jauh berkurang. Kalau sebelum tanggal 1 April, mencapai lebih dari 500 truk per hari. Sekarang sudah berkurang jauh, berkurang lebih dari 50 persennya kalau dirata-ratakan," kata Koster.
Baca juga: Koster Beberkan Masalah Pembangunan di Bali, Sampah sampai Komunitas Eksklusif Orang Asing
Menurut Koster, saat ini para pengangkut sampah residu yang dilakukan oleh swasta, swakelola, sudah mulai memahami aturan yang ada.
"Di awal agak ribut-ribut karena truknya disetop, diberhentikan karena membawa sampah organik dan disuruh balik. Sekarang, sudah tidak ada lagi kejadian seperti itu. Itu sudah kemajuan," ujar Koster.
Selain itu, dia menyebut, Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung sudah menggerakkan jajaran untuk mengedukasi masyarakat dalam pemilahan sampah di rumah tangga. Termasuk, melakukan perekrutan tenaga untuk memilah sampah di TPS3R dan TPST.
"Kami diskusi juga kendala-kendala yang terjadi sehingga ke depan penanganan lebih baik," kata Koster.
Dia menilai, sejauh ini warga sudah memiliki kesadaran tinggi untuk memilah. Namun, belum seluruhnya karena masih ada sampah yang bercampur.
Baca juga: TPA Suwung Tolak Sampah Organik, Warga Pilih Bakar, Koster: Ditertibkan
Sementara itu, Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Irjen Pol Winarto SH MH, menjelaskan bahwa pihaknya ditugaskan datang ke Bali untuk mengevaluasi laporan yang beliau terima.
"Kami disuruh turun ke lapangan, apakah benar sesuai dengan laporan yang diterima Pak Menteri," ujar Winarto.
Hal yang ditinjau, menurut dia, terkait dengan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
"Ini khususnya di TPA Suwung, akan dilihat sampai mana, yang menjadi teguran dari Kementerian. Kemarin ada gejolak dan ini juga menjadi perhatian Pak Menteri," katanya.
Menurut dia, permasalahan yang terjadi akan disampaikan ke Menteri dan dicarikan solusinya.
"Pak Menteri konsen untuk masalah sampah, tidak hanya di Bali dan semoga Bali menjadi percontohan untuk tempat lain," pungkasnya.
Baca juga: Koster: Jangan Mengulang Tragedi TPA Suwung, Mantan Kadis LH Sudah Jadi Tersangka
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang