CIMAHI, KOMPAS.com - Pemkot Cimahi melarang siswa membawa ponsel ke sekolah sebagai langkah pengendalian penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.
Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang telah disebarkan ke seluruh sekolah dan berlaku sejak diterima.
Kebijakan melarang siswa bawa ponsel ke sekolah ini juga merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, memastikan seluruh sekolah telah menerima edaran tersebut.
Baca juga: Heboh Video Siswa Olok Guru, Bupati Purwakarta Tekankan Sanksi Edukatif, Bukan Sekadar Jera
"Terkait itu, kami sudah membuat edaran ke sekolah-sekolah, bahwa anak di Cimahi dilarang membawa ponsel ke sekolah sesuai arahan provinsi," ungkap Nana saat ditemui, Senin (20/4/2026).
Nana menyebutkan, kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah telah difasilitasi pemerintah sehingga siswa tidak perlu membawa perangkat pribadi.
"Pada prinsipnya, untuk pembelajaran IT di sekolah, kan sudah ada komputer. Kemudian agar pembelajaran menyenangkan, sudah disediakan juga papan interaktif digital. Jadi, semua kebutuhan pembelajaran anak sudah terfasilitasi," kata Nana.
Menurut Nana, alasan orangtua yang ingin tetap berkomunikasi dengan anak saat di sekolah dapat diakomodasi melalui jalur resmi sekolah.
"Kemudian, kalau orangtua berdalih agar mudah komunikasi dengan anak, kan orangtua sudah punya grup dengan wali kelas. Silakan komunikasi di grup tersebut, tinggal kirim pesan atau telepon ketika mau menjemput sekolah atau ketika anak ada kegiatan lain di sekolah," ucap Nana.
Baca juga: Ibu Guru Syamsiah di Purwakarta Tak Tahu Direkam Saat Diolok Siswa: Sedih, tapi Saya Memaafkan
Kebijakan ini juga muncul sebagai respons atas kasus penghinaan siswa terhadap guru di Kabupaten Purwakarta yang dinilai mencerminkan penurunan adab pelajar.
Nana menilai penggunaan ponsel yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi karakter siswa.
"Tentunya kami sangat prihatin ketika adab anak ke guru seperti itu. Pada prinsipnya penggunaan ponsel yang berlebihan dan tidak terkontrol bisa merusak karakter anak, adab," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang