Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buntut Pelajar Olok-olok Guru di Purwakarta, Pemkot Cimahi Larang Siswa Bawa Ponsel ke Sekolah

Kompas.com, 20 April 2026, 17:33 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

CIMAHI, KOMPAS.com - Pemkot Cimahi melarang siswa membawa ponsel ke sekolah sebagai langkah pengendalian penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.

Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang telah disebarkan ke seluruh sekolah dan berlaku sejak diterima.

Kebijakan melarang siswa bawa ponsel ke sekolah ini juga merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, memastikan seluruh sekolah telah menerima edaran tersebut.

Baca juga: Heboh Video Siswa Olok Guru, Bupati Purwakarta Tekankan Sanksi Edukatif, Bukan Sekadar Jera

"Terkait itu, kami sudah membuat edaran ke sekolah-sekolah, bahwa anak di Cimahi dilarang membawa ponsel ke sekolah sesuai arahan provinsi," ungkap Nana saat ditemui, Senin (20/4/2026).

Nana menyebutkan, kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah telah difasilitasi pemerintah sehingga siswa tidak perlu membawa perangkat pribadi.

"Pada prinsipnya, untuk pembelajaran IT di sekolah, kan sudah ada komputer. Kemudian agar pembelajaran menyenangkan, sudah disediakan juga papan interaktif digital. Jadi, semua kebutuhan pembelajaran anak sudah terfasilitasi," kata Nana.

Menurut Nana, alasan orangtua yang ingin tetap berkomunikasi dengan anak saat di sekolah dapat diakomodasi melalui jalur resmi sekolah.

"Kemudian, kalau orangtua berdalih agar mudah komunikasi dengan anak, kan orangtua sudah punya grup dengan wali kelas. Silakan komunikasi di grup tersebut, tinggal kirim pesan atau telepon ketika mau menjemput sekolah atau ketika anak ada kegiatan lain di sekolah," ucap Nana.

Baca juga: Ibu Guru Syamsiah di Purwakarta Tak Tahu Direkam Saat Diolok Siswa: Sedih, tapi Saya Memaafkan

Kebijakan ini juga muncul sebagai respons atas kasus penghinaan siswa terhadap guru di Kabupaten Purwakarta yang dinilai mencerminkan penurunan adab pelajar.

Nana menilai penggunaan ponsel yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi karakter siswa.

"Tentunya kami sangat prihatin ketika adab anak ke guru seperti itu. Pada prinsipnya penggunaan ponsel yang berlebihan dan tidak terkontrol bisa merusak karakter anak, adab," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT, Pedagang Minta Kompensasi ke Pemkot Bandung
Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT, Pedagang Minta Kompensasi ke Pemkot Bandung
Bandung
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Bandung
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Bandung
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Bandung
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
Bandung
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Bandung
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Bandung
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Bandung
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Bandung
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
Bandung
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Bandung
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Bandung
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Bandung
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau