Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemput Kakak Ipar, Pria Tewas Ditusuk Sekuriti setelah Cekcok di Perusahaan Logistik

Kompas.com, 23 Juni 2025, 18:56 WIB
Farida Farhan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KARAWANG, KOMPAS.com - Seorang pria berusia 26 tahun, M Fahrurozi, tewas setelah ditusuk oleh seorang petugas keamanan di pergudangan Santoso Logistik, Jalan Lingkar Luar Karawang, Minggu malam (22/6/2025).

Fahrurozi, yang merupakan warga Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat, tewas setelah terlibat cekcok dengan petugas keamanan.

Kakak ipar korban, Ade Suhedi (47), menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika ia meminta dijemput pulang kerja oleh orangtua Fahrurozi.

Fahrurozi kemudian bersedia menjemput dan janjian bertemu di garasi pergudangan.

"Saya menghubungi korban, ternyata sudah di depan pergudangan dan disuruh masuk ke dalam. Saat mau masuk, korban malah terlibat cekcok dengan pihak sekuriti, dan saya tidak tahu permasalahannya sebab lagi parkir kendaraan," ungkap Ade di area Gedung Forensik RSUD Karawang, Senin (23/6/2025).

Baca juga: DLH Karawang: Sanksi Perusahaan Pencemar Citarum Kewenangan Provinsi

Ade melanjutkan, saat sampai di area parkir, Fahrurozi bertanya apakah yang terlibat cekcok dengannya adalah petugas keamanan baru.

Saat Ade berhenti sebentar di gerbang pergudangan untuk menyimpan kunci kendaraan, Fahrurozi menunggu di depan gerbang.

"Saat itu pelaku (petugas keamanan) menghampiri dan kembali cekcok, kemudian terjadi perkelahian. Saya meminta tolong kepada sekuriti lainnya untuk melerai dan dibawa ke warung. Kita tidak tahu korban sudah terkena tusukan, karena saat mau berangkat tiba-tiba korban terjatuh," jelas Ade.

Setelah melihat Fahrurozi tergeletak, Ade meminta bantuan petugas keamanan untuk membawanya ke klinik.

Namun, saat akan dibawa, datanglah pihak kepolisian yang sedang melakukan patroli.

"Saat ditanya oleh polisi, diduga pelaku mengaku Fahrurozi mengalami kecelakaan. Ketika diangkut ke mobil patroli, ternyata dari tubuh korban mengeluarkan darah, dan saya bilang habis berkelahi dengan sekuriti tersebut," tambah Ade.

Fahrurozi meninggal dunia sebelum tiba di Rumah Sakit Lira Medika.

Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk diautopsi.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut bahwa pertengkaran mulut antara Fahrurozi dan petugas keamanan memicu tindakan brutal dari petugas tersebut.

"Sempat berdebat adu mulut dengan tersangka, dan tersangka tiba-tiba mengambil barang berupa besi tajam dan langsung ditusukkan ke korban. Kejadian tersebut disaksikan oleh saksi yang berupaya melerainya," kata Wildan.

Baca juga: Tersangkut di Lorong Gua 40 Cm, Peziarah Karawang Terjebak 7 Jam di Gua Ngamas

Wildan menjelaskan bahwa setelah melihat darah akibat tusukan, saksi membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun sayangnya korban sudah tidak tertolong saat tiba di rumah sakit.

"Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Usai menerima laporan, Polres Karawang beserta Tim Inafis mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP," tambahnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian, dan jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan visum dan otopsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Bandung
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Bandung
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Bandung
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
Bandung
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Bandung
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Bandung
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Bandung
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Bandung
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
Bandung
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Bandung
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Bandung
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Bandung
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Bandung
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau