SEMARANG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jawa Tengah masih mendalami motif di balik unggahan video berisi ajakan membuat komentar rasis yang ramai di media sosial baru-baru ini.
Video tersebut menjadi sorotan publik setelah diunggah ulang akun Instagram @kasitau.info dan memuat narasi “komentar paling rasis gue TF 100 rb”.
Unggahan itu menuai kecaman karena diduga mengandung ujaran kebencian terhadap kelompok etnis tertentu.
Baca juga: Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Tewas di Area Kampus, Polisi Temukan Pisau dan Pesan Suara
Konten tersebut juga semakin ramai diperbincangkan setelah muncul klaim bahwa perempuan dalam video tersebut merupakan anak seorang perwira polisi dan merasa kebal hukum karena orangtuanya berpangkat tinggi di institusi Polri.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mendalami isi konten, narasi yang disampaikan, hingga motif pembuat video mengunggahnya ke publik.
"Tentunya akan didalami masalah kontennya, kemudian dari konten tersebut kan narasinya apa yang disebutkan dan juga motivasi dan sebagainya," kata Artanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Mengenal “Sniper” di Kampung Narkoba Samarinda, Awasi Pergerakan Aparat
Menurut dia, penyidik kini fokus mendalami kemungkinan adanya unsur pelanggaran pidana dalam unggahan yang viral tersebut.
“Ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Direktorat Siber,” lanjutnya.
Polisi juga telah meminta keterangan dari perempuan berinisial L yang diketahui telah dewasa.
“Yang bersangkutan bukan anak polisi dari Polrestabes Semarang,” kata Artanto.
Baca juga: Aniaya Perempuan di Karaoke, Anggota DPRD Temanggung Diusulkan Dipecat
Dia menambahkan, akun media sosial yang sebelumnya viral tersebut kini sudah tidak dapat diakses setelah diturunkan oleh pemiliknya.
Berdasarkan penelusuran, akun tersebut diduga bernama @_redblood.
“Yang bersangkutan tadi menurunkan akun tersebut,” pungkasnya.
Baca juga: Mabuk dan Aniaya Perempuan di Karaoke, Oknum Anggota DPRD Temanggung Ditahan
Sebelumnya, akun Instagram @kasitau.info mengunggah ulang video yang memperlihatkan dugaan ajakan membuat komentar rasis dengan imbalan uang Rp 100.000.
“Dengan modal Rp 100 ribu, diduga anak perwira dari Polda Jateng ini ajak seluruh warga Indonesia untuk bikin komentar rasis. Alhasil banyak ikut berkomentar salah satunya bernada rendah ke Etnis Papua, lalu dirinya mengaku akan menang jika dilaporkan ke polisi karena ortu berpangkat tinggi di institusi Polri,” tulis akun Instagram @kasitau.info.
Baca juga: Kampung Narkoba di Samarinda, Gang Kedondong, dan Sniper Pengawas Konsumen
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang