LHOKSUKON, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengaku terkendala material untuk memasang jaringan listrik ke seluruh hunian sementara (Huntara) penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Material sedang dalam pengiriman dari Jakarta ke Aceh.
Sejumlah hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Utara belum ditempati penyintas banjir karena belum terpasang jaringan listrik.
Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Husni, Selasa (7/4/2026) menyebutkan permintaan untuk pemasangan listrik di lokasi Huntara telah masuk ke perusahaan plat merah itu.
Baca juga: Huntara di Aceh Utara Penuh Rumput, Belum Dihuni karena Terkendala Listrik dan Air
Saat ini, timnya sedang memproses pemasangan jaringan listrik secara bertahap. Hal itu disebabkan material yang didatangkan bertahap karena terbatasnya akses tranportasi selama arus mudik lebaran dan arus balik Idul Fitri 2026.
“Kami proses bertahap. Sejauh ini, permintaan yang masuk ke PLN untuk digratiskan selama enam bulan di Huntara,” kata Husni.
Dia menyebutkan, proses pemasangan jaringan listrik terus dilakukan di wilayah kerja yang dipimpinnya.
Baca juga: Warga Keluhkan Huntara Babo di Aceh Tamiang Banjir, Belum Layak Ditempati, Hujan Langsung Banjir
Sekadar diketahui, wilayah kerja PLN UP3 Lhokseumawe meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, BIreuen, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.
Data yang dihimpun Kompas.com, Huntara yang belum dipasang jaringan listrik tersebar di Kecamatan Dewantara, Kecamatan Muara Batu, Kecamatan Baktiya dan Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Aceh Utara, Muhammad tidak menjawab pesan tentang hunian sementara ini hingga berita ditayangkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang