KOMPAS.com - Lembaga filantropi Dompet Dhuafa menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara langsung untuk melaporkan secara langsung kinerja penanganan dan pemulihan pascabencana banjir bandang di Aceh.
Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat (30/1/2026), itu diwakili oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan.
"Sampai hari ini, Dompet Dhuafa terus bekerja untuk kemanusiaan di semua aspek pilar kelembagaan," ucap Rizki dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahawa Dompet Dhuafa telah turun ke beberapa lokasi bencana sejak awal terjadinya banjir dan longsor.
Tim relawan langsung diterjunkan dengan peralatan kesiapsiagaan, seperti perahu karet, mobil taktis, ambulans, kendaraan roda dua, dan dilengkapi alat pelindung diri (APD) bagi semua tim.
Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Sekolah Darurat bagi Siswa MIN 4 Pidie Jaya
Saat ini, Dompet Dhuafa tengah fokus menjalankan program pemulihan pascabencana. Salah satu program unggulannya adalah pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) di lokasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah atau petugas lokal berwenang.
Pada tahap awal, Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan hingga 300 unit Rumtara di Aceh yang dilengkapi fasilitas mandi cuci kakus (MCK) dan listrik.
Secara keseluruhan, lembaga filantropi tersebut membangun 1.000 Rumtara yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain pembangunan hunian sementara, Dompet Dhuafa juga melakukan renovasi sekolah, baik SD Negeri seperti SDN 03 Meurah Dua, Pidie Jaya, maupun madrasah seperti MIN 01 dan MIN 04, Pidie Jaya.
Lembaga itu juga memperbaiki dan memberikan suplai kebutuhan obat-obatan serta alat kesehatan untuk Polindes di Meunasah Mancang, Pidie Jaya, serta mengaktivasi 20 unit Posyandu beserta fasilitasnya.
Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa telah melakukan pemetaan kebutuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional yang memerlukan bantuan.
Bantuan itu diberikan dalam bentuk permodalan atau program cash for work untuk membantu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Selain program pemulihan, Dompet Dhuafa juga terus menjalankan penanganan kebutuhan dasar para penyintas, seperti sembako, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya.
Menurut laporan lembaga, per Rabu (28/1/2026), terdapat total 77.095 penerima manfaat di Aceh yang telah menerima berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang disalurkan secara bertahap dan menyeluruh.
Baca juga: Konsisten Jaga Kepercayaan Publik, Dompet Dhuafa Catat Capaian Gemilang pada 2025
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor kebutuhan dasar dan pemulihan, seperti dapur umum yang menjangkau 34.294 jiwa, distribusi sembako untuk 4.100 jiwa, serta layanan kesehatan bagi 3.460 jiwa.