Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Dompet Dhuafa Temui Muzakir Manaf, Bahas Pemulihan Pascabencana Aceh

Kompas.com, 1 Februari 2026, 16:05 WIB
Hotria Mariana,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lembaga filantropi Dompet Dhuafa menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara langsung untuk melaporkan secara langsung kinerja penanganan dan pemulihan pascabencana banjir bandang di Aceh.

Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat (30/1/2026), itu diwakili oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan.

"Sampai hari ini, Dompet Dhuafa terus bekerja untuk kemanusiaan di semua aspek pilar kelembagaan," ucap Rizki dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahawa Dompet Dhuafa telah turun ke beberapa lokasi bencana sejak awal terjadinya banjir dan longsor.

Tim relawan langsung diterjunkan dengan peralatan kesiapsiagaan, seperti perahu karet, mobil taktis, ambulans, kendaraan roda dua, dan dilengkapi alat pelindung diri (APD) bagi semua tim.

Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Sekolah Darurat bagi Siswa MIN 4 Pidie Jaya

Program pemulihan pascabencana

Saat ini, Dompet Dhuafa tengah fokus menjalankan program pemulihan pascabencana. Salah satu program unggulannya adalah pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) di lokasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah atau petugas lokal berwenang.

Pada tahap awal, Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan hingga 300 unit Rumtara di Aceh yang dilengkapi fasilitas mandi cuci kakus (MCK) dan listrik.

Secara keseluruhan, lembaga filantropi tersebut membangun 1.000 Rumtara yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain pembangunan hunian sementara, Dompet Dhuafa juga melakukan renovasi sekolah, baik SD Negeri seperti SDN 03 Meurah Dua, Pidie Jaya, maupun madrasah seperti MIN 01 dan MIN 04, Pidie Jaya.

Lembaga itu juga memperbaiki dan memberikan suplai kebutuhan obat-obatan serta alat kesehatan untuk Polindes di Meunasah Mancang, Pidie Jaya, serta mengaktivasi 20 unit Posyandu beserta fasilitasnya.

Baca juga: Melodi Harapan di Tenda Pengungsian, Is Pusakata dan Dompet Dhuafa Hibur Anak-anak di Pedalaman Aceh Tengah

Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa telah melakukan pemetaan kebutuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional yang memerlukan bantuan.

Bantuan itu diberikan dalam bentuk permodalan atau program cash for work untuk membantu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.

Selain program pemulihan, Dompet Dhuafa juga terus menjalankan penanganan kebutuhan dasar para penyintas, seperti sembako, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya.

Menurut laporan lembaga, per Rabu (28/1/2026), terdapat total 77.095 penerima manfaat di Aceh yang telah menerima berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang disalurkan secara bertahap dan menyeluruh.

Baca juga: Konsisten Jaga Kepercayaan Publik, Dompet Dhuafa Catat Capaian Gemilang pada 2025

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor kebutuhan dasar dan pemulihan, seperti dapur umum yang menjangkau 34.294 jiwa, distribusi sembako untuk 4.100 jiwa, serta layanan kesehatan bagi 3.460 jiwa.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Regional
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Regional
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Regional
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Regional
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau