ACEH UTARA, KOMPAS.com – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara saat ini kosong.
Hal ini disebabkan kerusakan sejumlah mesin produksi darah dan mobil operasional yang terendam banjir.
Direktur UDD PMI Aceh Utara, Nadya Amris, mengungkapkan kepada Kompas.com pada Jumat (5/12/2025) bahwa dalam tiga hari terakhir, kebutuhan darah di daerah tersebut disuplai dari PMI Pusat.
“Pengiriman dilakukan lewat udara secara bertahap. Kami sudah melaporkan kondisi detail ke PMI Pusat. Untuk kebutuhan sementara darah korban banjir, kami pastikan bersumber dari PMI Pusat,” jelas Nadya.
Baca juga: Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana Banjir, Haji Uma Minta Gubernur Bertindak
Dia juga mengimbau warga yang tidak terdampak banjir untuk mendonorkan darah ke UDD PMI Aceh Utara, mengingat permintaan darah meningkat di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
“Banyak korban banjir membutuhkan darah. Kami ajak warga untuk donor darah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nadya meminta dukungan dari PMI Pusat untuk membantu perbaikan mesin-mesin pengolahan darah agar kantornya dapat segera beroperasi kembali dan mendukung upaya pemulihan pasca-banjir di kabupaten itu.
“Kami harap mendapat dukungan peralatan secepatnya, sehingga bisa segera pulih operasional 100 persen. Saat ini, kami maksimalkan peralatan yang ada,” pungkasnya.
Banjir di kawasan Aceh Utara mulai terjadi pada 22 November 2025, dan hingga kini sejumlah titik masih terisolir serta belum dapat diakses.
Sementara itu, kabupaten lain di Aceh mengalami banjir yang baru terjadi pada 26 November 2025.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini