Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Makassar Catatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengakuan Global, Danny Pomanto: Hasil Kerja Bersama

Kompas.com, 16 Desember 2024, 12:03 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto, berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. 

Pada 2023, ekonomi Makassar tumbuh sebesar 5,31 persen, jauh melampaui angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hanya 4,51 persen, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di 5,05 persen.

Keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi Danny Pomanto, sapaan akrabnya, sebagai pemimpin visioner yang mampu mengarahkan roda ekonomi kota menuju prestasi yang gemilang.

Dalam hitungan produk domestik regional bruto (PDRB), Makassar tercatat sebesar Rp 226,90 triliun, dengan PDRB per kapita mencapai Rp 155,95 juta atau setara dengan 8.607,08 dollar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Meneropong Peran Amerika Serikat di Suriah Pasca-Assad

Angka-angka tersebut tidak hanya menunjukkan pertumbuhan pesat, tetapi juga menggambarkan kualitas perekonomian yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global.

Salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum, yang tumbuh hingga 12,44 persen. Angka ini mencerminkan kebangkitan sektor pariwisata dan hospitality di Makassar.

Di sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Luar Negeri dan Penduduk di Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,86 persen.

Selain itu, sektor perdagangan, industri, dan konstruksi tetap menjadi andalan utama yang menggerakkan ekonomi Makassar.

Baca juga: Wamen ESDM: Kolaborasi Stakeholder Hilir Migas Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Pemerataan ekonomi yang lebih baik

Tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, Danny Pomanto juga berhasil menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih baik.

Hal tersebut terlihat jelas dari penurunan Indeks Gini Ratio Kota Makassar dari 0,395 pada 2022 menjadi 0,387 pada 2023.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga mengalami penurunan, dari 11,82 persen menjadi 10,60 persen.

Danny Pomanto menegaskan bahwa semua capaian tersebut adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Makassar.

Baca juga: Pemerintah Gagalkan Pengiriman 16 Pekerja Migran Ilegal di Bandara Kertajati

"Ini bukan hanya kerja saya, tetapi kerja kita semua. Saya selalu percaya bahwa Makassar punya potensi besar, dan tugas kami di pemerintah adalah memastikan potensi itu terwujud melalui kebijakan yang tepat dan kerja keras,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (16/12/2024).

Keberhasilan Danny Pomanto dalam memajukan Makassar juga tercermin dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar yang kini berada di angka 84,85, masuk dalam kategori sangat tinggi.

Pencapaian tersebut mengukuhkan Danny Pomanto sebagai pemimpin yang tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Hidup dengan Slow Living, Apa Itu?

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Sempat Ditangkap Warga, Dua Pencuri Sawit di Bangka Barat Dibebaskan Polisi
Regional
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Padang Terbongkar, 10 Ton Solar Subsidi Disita
Regional
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
Regional
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Karhutla 60 Hektar di Pelalawan, Petugas Berjibaku Hadapi Angin Kencang
Regional
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau