Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Krisis Energi: Stok Avtur Eropa Diprediksi Habis dalam Enam Minggu

Kompas.com, 16 April 2026, 18:47 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

KOMPAS.com — Krisis energi global kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap jalur distribusi energi utama dunia.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memperingatkan, dampak gangguan pasokan energi tersebut kini mulai terasa signifikan, terutama bagi sektor penerbangan di Eropa.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyebutkan, kawasan Eropa berpotensi hanya memiliki cadangan bahan bakar jet atau avtur untuk waktu yang terbatas jika gangguan pasokan terus berlanjut.

Baca juga: Harga Avtur Naik, FedEx Belum Naikkan Biaya Logistik

Ilustrasi pesawat. Eropa sedang menghadapi krisis bahan bakar jet. Unsplash/Ivan Shimko Ilustrasi pesawat. Eropa sedang menghadapi krisis bahan bakar jet.

“Eropa mungkin hanya punya avtur yang cukup untuk sekitar 6 minggu lagi,” ujar Birol dalam wawancara dengan Associated Press, dikutip pada Kamis (16/4/2026).

Birol menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan besar dalam operasional penerbangan, termasuk pembatalan penerbangan dalam waktu dekat apabila pasokan minyak tetap terhambat akibat konflik.

Dampak blokade Selat Hormuz

Krisis ini dipicu oleh terganggunya distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur vital yang selama ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.

Blokade di wilayah tersebut dinilai berpotensi memicu krisis energi terbesar dalam sejarah modern.

Baca juga: Cathay Pacific Pangkas Penerbangan hingga Juni 2026, Imbas Harga Avtur Melonjak

IEA bahkan menilai situasi ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global. Birol menyebut, dampak dari krisis ini tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga merambat ke pertumbuhan ekonomi dan inflasi global.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyebutkan, kawasan Eropa berpotensi hanya memiliki cadangan bahan bakar jet atau avtur untuk waktu yang terbatas jika gangguan pasokan terus berlanjut.

“Di masa lalu ada sebuah kelompok bernama ‘Dire Straits.’ Sekarang memang situasinya sangat genting, dan ini akan berdampak besar pada perekonomian global. Dan semakin lama berlanjut, semakin buruk dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di seluruh dunia,” kata dia.

Selain itu, Birol juga menegaskan, dampak krisis akan dirasakan secara luas melalui kenaikan harga energi di berbagai sektor.

“Dampaknya akan berupa kenaikan harga bensin, kenaikan harga gas, dan kenaikan harga listrik,” ujarnya.

Baca juga: Krisis Avtur Membayangi, Maskapai Global Mulai Kurangi Penerbangan

Eropa hadapi ancaman krisis avtur

Di Eropa, ancaman paling nyata saat ini terlihat pada pasokan avtur. Kawasan ini diketahui memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan bakar tersebut, dengan sekitar 75 persen pasokan berasal dari Timur Tengah.

Seiring terganggunya jalur distribusi, maskapai penerbangan di Eropa mulai memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar dalam beberapa pekan ke depan.

Situasi ini berisiko mengganggu musim liburan musim panas, periode dengan permintaan perjalanan udara yang tinggi.

Halaman:


Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau