MEDAN, KOMPAS.com - Peristiwa memilukan menimpa seorang janda, inisial RS, berusia 20 tahun di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.
Niat baiknya membicarakan masalah keluarga berujung pada insiden penganiayaan.
Dia diduga mengalami penganiayaan hingga tak sadarkan diri oleh mertua perempuan anaknya, inisial NS.
Daniel Hutasoit, pengacara korban, menuturkan, penganiayaan yang dialami RS terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca juga: Cerita IRT di Medan, Temukan Motornya yang Hilang 3 Bulan dari TikTok
"Jadi, awalnya dia resah karena rumah tangga anaknya terlalu dicampuri oleh terlapor," ucap Daniel kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Senin (2/6/2026).
Diketahui, anak pertama korban menikah dengan anak perempuan terlapor.
Berangkat dari keresahan itu, RS datang ke kediaman bersama rekannya dengan maksud membicarakan persoalan itu.
"Nah, suami si terlapor oke-oke saja untuk membicarakan itu," ujar Daniel.
Setibanya di lokasi, mereka berkumpul bersama dengan kepala dusun untuk membahas persoalan itu.
Tiba-tiba dari dalam rumah, NS berlari ke arah RS. Rambut RS dijambak hingga tubuhnya tersungkur di lantai hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Warga lainnya pun melerai sehingga korban dibawa kembali ke rumahnya.
Baca juga: Polisi Diserang Warga saat Gerebek Narkoba di Medan, Bandar Sabu Apeng Kabur
"Itu sampai dua hari korban tak bisa kerja. Biasanya dia kerja serabutan, buruh harian di perkebunan warga," ujar Daniel.
Berangkat dari situ, pihaknya telah berupaya menyurati NS untuk beritikad baik, tetapi tak ditanggapi sehingga membuat laporan di Polres Labuhanbatu pada 4 Mei 2026.
Daniel berharap, polisi dapat segera memproses laporan korban secara proses sehingga rasa keadilan didapati oleh korban.
"Jangan apa-apa tunggu viral dulu baru gesit menanganinya," ucap Daniel.
Di lain pihak, Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan menyampaikan, sampai saat ini laporan korban masih tahap penyelidikan.
"Ya saksi masih diperiksa dan lainnya. Ini masih tahap penyelidikan. Lebih lanjut nanti akan disampaikan," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang