Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Debat Kandidat Pilkada Makassar Sempat Ricuh, Ada Pendukung Bawa Pengeras Suara

Kompas.com, 26 Oktober 2024, 14:29 WIB
Hendra Cipto,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar sempat diwarnai kericuhan lantaran ada salah seorang pendukung membawa pengeras suara ke dalam ruangan.

Debat kandidat pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar digelar di Hotel Dalton Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (26/10/2024) sekitar pukul 13.00 Wita.

Debat kandidat dihadiri empat pasangan calon (paslon). Para kandidat diantar oleh para pendukungnya masing-masing.

Baca juga: Video Viral Pengantar Pasien Aniaya Dokter di Makassar, Ada Apa?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar yang menyelenggarakan debat kandidat membatasi pendukung masuk ke dalam hotel. Hanya sekitar 100 orang pendukung masing-masing pasangan calon yang mempunyai id card khusus dan diperbolehkan masuk.

Saat debat kandidat dimulai dan empat pasangan calon telah ada di atas panggung, para pendukung terus meneriak-neriakkan yel-yel masing-masing. Salah seorang pendukung dari paslon nomor urut 2, Andi Seto Asapa dan Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati) teriak-teriak menggunakan pengeras suara.

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Makassar, Korban Tak Terima Diberi Rp 70.000

Para pendukung pasangan lain pun protes dan mendesak kepada panitia untuk mengamankan pengeras suara tersebut. Saat panitia berupaya mengambil, pendukung paslon nomor urut 2 sempat keberatan.

Situasi sempat tegang, namun berhasil diredam dan panitia pun mengamankan pengeras suara itu. Acara debat kandidat pun kembali dilanjutkan.

Diketahui, empat pasangan calon Pilkada Kota Makassar yakni, Andi Seto Asapa dan Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati) diusung partai Nasdem, Gerindra, PSI, dan PAN.

Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (Mulia) diusung partai Golkar, Demokrat, PBB, Perindo, Hanura, Ummat dan PKN. Namun Partai PKN tidak lolos verifikasi dari KPU Makassar.

Indira Yusuf Ismail dan Ilham Ari Fauzi (Inimi) diusung PDI-P, PPP, dan PKB.

Amri Arsyid-Abdul Rahman Bando (Aman) diusung PKS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
2 Bocah Tewas di Area Proyek Septic Tank Takalar, Nindya Karya Buka Suara
2 Bocah Tewas di Area Proyek Septic Tank Takalar, Nindya Karya Buka Suara
Makassar
Penjelasan DLH soal Sampah dan Botol Miras di Flyover Pettarani Makassar
Penjelasan DLH soal Sampah dan Botol Miras di Flyover Pettarani Makassar
Makassar
Polemik Makassar Half Marathon, Keluhan Peserta, dan Penjelasan Panitia
Polemik Makassar Half Marathon, Keluhan Peserta, dan Penjelasan Panitia
Makassar
Di Tengah Kisruh Seleksi Paskibraka Sulsel, Keisha Dinyatakan Lulus dan Jadi Perwakilan Pertama dari Jeneponto ke Seleknas
Di Tengah Kisruh Seleksi Paskibraka Sulsel, Keisha Dinyatakan Lulus dan Jadi Perwakilan Pertama dari Jeneponto ke Seleknas
Makassar
Nenek di Takalar Tewas Diduga Korban Perampokan, Perhiasan Emas Raib
Nenek di Takalar Tewas Diduga Korban Perampokan, Perhiasan Emas Raib
Makassar
Gowa Tekan Stunting dari 21 Jadi 17 Persen, Bupati Sitti Husniah Talenrang Ungkap Strateginya
Gowa Tekan Stunting dari 21 Jadi 17 Persen, Bupati Sitti Husniah Talenrang Ungkap Strateginya
Makassar
Strategi Bupati Syaharuddin Sulap Zakat Jadi Modal Usaha Warga dan Entaskan Stunting di Sidrap
Strategi Bupati Syaharuddin Sulap Zakat Jadi Modal Usaha Warga dan Entaskan Stunting di Sidrap
Makassar
Gubernur Andi Sudirman Ungkap Strategi Sulsel Raih Penghargaan Apresiasi Pemda Berprestasi 2026
Gubernur Andi Sudirman Ungkap Strategi Sulsel Raih Penghargaan Apresiasi Pemda Berprestasi 2026
Makassar
2 Siswi Makassar Gagal Jadi Calon Paskibraka Istana: Dapat Beasiswa S1 Full Luar Negeri dan Living Cost
2 Siswi Makassar Gagal Jadi Calon Paskibraka Istana: Dapat Beasiswa S1 Full Luar Negeri dan Living Cost
Makassar
Wabup Poso Akui Capaian BPJS Ketenagakerjaan Baru 30 Persen
Wabup Poso Akui Capaian BPJS Ketenagakerjaan Baru 30 Persen
Makassar
Wali Kota Baubau Ungkap Strategi Tekan Pengangguran hingga Masuk Nominasi Nasional
Wali Kota Baubau Ungkap Strategi Tekan Pengangguran hingga Masuk Nominasi Nasional
Makassar
Bupati Muna Barat Masuk 3 Besar Penanganan Inflasi di Sulawesi 2025
Bupati Muna Barat Masuk 3 Besar Penanganan Inflasi di Sulawesi 2025
Makassar
Gedung RSUD Syekh Yusuf Gowa Terbakar, Ratusan Pasien Dievakuasi
Gedung RSUD Syekh Yusuf Gowa Terbakar, Ratusan Pasien Dievakuasi
Makassar
Soal Dugaan Titipan dalam Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Sulsel: Penilaian Mutlak dari Pusat
Soal Dugaan Titipan dalam Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Sulsel: Penilaian Mutlak dari Pusat
Makassar
Cathlyn Terima Beasiswa Pendidikan Penuh di Luar Negeri dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa
Cathlyn Terima Beasiswa Pendidikan Penuh di Luar Negeri dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa
Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau