Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin

Kompas.com, 1 Juni 2026, 07:25 WIB
Ahmad Muzakky Alhasan,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BULELENG, KOMPAS.com — Warga di sejumlah wilayah Bali merasakan suhu udara lebih dingin dibanding hari-hari biasanya dalam beberapa hari terakhir.

Kadek Suka Artayana, warga Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, mengaku kondisi tersebut terutama terasa pada pagi hari.

"Kalau pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Saat keluar rumah dinginnya terasa lebih menusuk, ada sekitar lima harian," ujar Kadek, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Pameran Pariwisata Bali, Potensi Transaksi Rp 6,9 Triliun, dan Minat Pasar Global

Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, I Wayan Gita Giriharta, mengatakan fenomena suhu udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari merupakan kondisi yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau.

"Fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin di malam hari biasanya terjadi pada periode puncak musim kemarau, yaitu bulan Juni, Juli, dan Agustus," kata Gita saat dikonfirmasi, Senin.

Dipengaruhi Monsun Australia

Gita menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya Monsun Australia.

Pada periode ini, posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga wilayah Indonesia yang berada di selatan khatulistiwa, termasuk Bali, menerima penyinaran matahari yang lebih sedikit.

Selain itu, Australia sedang mengalami musim dingin yang menyebabkan tekanan udara di benua tersebut relatif tinggi. Kondisi ini mendorong massa udara dingin bergerak menuju Indonesia, termasuk Bali.

"Benua Australia berada dalam periode musim dingin sehingga terjadi pergerakan massa udara yang sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati wilayah Bali dan sekitarnya," ujar Gita.

Baca juga: Kemenpar Tak Tutup Langsung Vila Ilegal di Bali, Minta Pemilik Urus Izin

Langit Cerah Membuat Udara Lebih Dingin

Faktor lain yang memengaruhi adalah kondisi langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan.

Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara di dekat permukaan terasa lebih dingin.

"Langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan mengakibatkan panas radiasi matahari langsung dilepas ke atmosfer, sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari," kata dia.

Berdasarkan data Automatic Weather Station (AWS) milik BBMKG Wilayah III Denpasar, suhu terendah dalam dua hari terakhir tercatat di AWS Kintamani 2, Kabupaten Bangli, yakni mencapai 13,51 derajat celsius pada pukul 05.00 Wita.

Sementara itu, suhu udara minimum di wilayah pesisir Bali umumnya berada pada kisaran 19 hingga 24 derajat celsius.

BMKG memperkirakan kondisi udara yang relatif dingin pada malam dan pagi hari masih berpotensi terjadi selama musim kemarau, terutama pada periode Juni hingga Agustus.

Masyarakat yang beraktivitas pada dini hari dan pagi hari diimbau menyesuaikan pakaian agar tetap nyaman serta menjaga kondisi kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rincian Bantuan Keuangan Parpol Denpasar 2026, PDIP Terima Rp 838 Juta, Gelora Rp 46 Juta
Rincian Bantuan Keuangan Parpol Denpasar 2026, PDIP Terima Rp 838 Juta, Gelora Rp 46 Juta
Denpasar
Jemaah Haji Asal Buleleng Meninggal di Mekkah, Sempat Dilarikan ke RS Usai Armuzna
Jemaah Haji Asal Buleleng Meninggal di Mekkah, Sempat Dilarikan ke RS Usai Armuzna
Denpasar
BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin
BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin
Denpasar
Koster Sorot Vila Ilegal di Bali: Rusak Tatanan Pariwisata, Tak Adil
Koster Sorot Vila Ilegal di Bali: Rusak Tatanan Pariwisata, Tak Adil
Denpasar
Suhu Bali dan NTB Terasa Lebih Dingin, BMKG Ungkap Dampak Monsun Australia
Suhu Bali dan NTB Terasa Lebih Dingin, BMKG Ungkap Dampak Monsun Australia
Denpasar
Koster Ungkap Wisman ke Bali Turun, tetapi Penerimaan Pajak Hotel-Restoran Justru Naik
Koster Ungkap Wisman ke Bali Turun, tetapi Penerimaan Pajak Hotel-Restoran Justru Naik
Denpasar
Polisi Selidiki Dugaan Haji Ilegal di Bali, Belum Ada Tersangka
Polisi Selidiki Dugaan Haji Ilegal di Bali, Belum Ada Tersangka
Denpasar
2 WN Rusia dan 1 WNI Tersesat di Gunung Batukaru, Dievakuasi Basarnas
2 WN Rusia dan 1 WNI Tersesat di Gunung Batukaru, Dievakuasi Basarnas
Denpasar
Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Bali, Basarnas Lakukan Pencarian
Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Bali, Basarnas Lakukan Pencarian
Denpasar
Dinas Pariwisata Klungkung Buka Suara soal Mobil Dinas Baru yang Tuai Sorotan
Dinas Pariwisata Klungkung Buka Suara soal Mobil Dinas Baru yang Tuai Sorotan
Denpasar
ASF Hantui Peternak Babi di Buleleng, DKPP: Antivirusnya Tak Ada
ASF Hantui Peternak Babi di Buleleng, DKPP: Antivirusnya Tak Ada
Denpasar
Pecah Ban, Ambulans Pengangkut Jenazah Tabrak Rumah Warga di Jembrana
Pecah Ban, Ambulans Pengangkut Jenazah Tabrak Rumah Warga di Jembrana
Denpasar
Cinta Tak Direstui, Pria di Buleleng Bakar Mobil dan Kandang Sapi Calon Mertua
Cinta Tak Direstui, Pria di Buleleng Bakar Mobil dan Kandang Sapi Calon Mertua
Denpasar
Tak Direstui Pacaran, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Kekasih
Tak Direstui Pacaran, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Kekasih
Denpasar
Sebabkan Bau Menyengat, Tempat Penjemuran Limbah Bulu Ayam di Klungkung Ditutup Satpol PP
Sebabkan Bau Menyengat, Tempat Penjemuran Limbah Bulu Ayam di Klungkung Ditutup Satpol PP
Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau