Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung

Kompas.com, 1 Juni 2026, 21:38 WIB
Agie Permadi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh motor sepeda motor dilaporkan hilang saat gelaran konser musik yang berlangsung dua hari di kawasan Tritan Point, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu-Minggu (30-31/5/2026).

Seluruh kendaraan yang hilang diketahui terparkir di area parkir resmi bertiket. 

Korban pun ramai-ramai melaporkanya kepada pihak kepolisian. 

Baca juga: Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa

Kapolsek Panyileukan, AKP Bambang Haryono membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kasus kehilangan kendaraan bermotor terjadi pada dua hari pelaksanaan konser, yakni 3 motor pada Sabtu, dan 4 unit pada Minggunya.

Total, kendaraan bermotor yang hilang dalam 2 hari penyelenggaraan konser tersebut yakni 7 hari.

"Hari Sabtu tiga kendaraan (hilang) sudah kita dorong buat laporan di polsek. Kemudian Minggu, hari terakhir ada kejadian empat motor itu juga bantu pelaporannya," ucap Bambang saat dihubungi, Senin (1/6/2026). 

Baca juga: 11 WNA Nepal dan Myanmar Ditangkap dalam Sindikat Penipuan Online Internasional Rp 41,1 Miliar di Solo Raya

Parkir di luar malah tidak ada laporan kehilangan

Menurut Bambang, seluruh kasus kehilangan terjadi di dalam area parkir resmi yang berada di kawasan acara.

Sementara parkir kendaraan yang berada di luar area, seperti jalur lambat Jalan Soekarno Hatta maupun Jalan AH Nasution justru tidak dilaporkan mengalami masalah serupa.

"Terkait kehilanganya itu di area dalam, parkir resmi ada tiketing parkir dari salah satu pengelola parkir dari (kawasan) Tritan point, jadi pertama (kejadian) hari Sabtu dan kedua minggu semua di area dalam parkir," kata Bambang. 

Baca juga: Usai Coba Kabur dari Penjara, Brigadir AKS Tewas di Sel Khusus Lapas Palangka Raya

Menurutnya, konser yang menghadirkan sejumlah musisi nasional itu menarik ribuan penonton.

Pada hari pertama, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 5.000 orang, sedangkan hari kedua menembus lebih dari 7.000 orang. 

Bambang mengatakan bahwa dalam konser tersebut pihak kepolisian telah melakukan pengamanan maksimal, bahkan petugas sempat mengamankan puluhan sepeda motor yang ditemukan dalam kondisi tidak terkunci atau masih menyimpan kunci di kendaraan. 

"Kami melakukan pengawassan sejak open gate pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB. Banyak kendaraan yang kami amankan karena tak dikunci stang atau bahkan kuncinya masih menempel gak dicabut," kata dia. 

Baca juga: Aipda Robig Penembak Pelajar SMKN Semarang Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Peredaran Narkoba

Minimnya pengawasan

Meski demikian, Bambang menyoroti minimnya pengawasan di area parkir saat malam hari. Berdasarkan evaluasi awal, jumlah petugas parkir dinilai tak sebanding dengan volume kendaraan yang masuk ke lokasi konser. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Bandung
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Bandung
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Bandung
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
Bandung
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Bandung
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Bandung
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Bandung
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Bandung
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
Bandung
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Bandung
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Bandung
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Bandung
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Bandung
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau