Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wabup Putri Karlina soal Video Debat dengan Penagih Janji Kampanye: Yang Sudah Benci Tidak Akan Percaya

Kompas.com, 8 Oktober 2025, 13:07 WIB
Irfan Maullana

Editor

GARUT, KOMPAS.com - Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menanggapi video yang memperlihatkan dirinya terlibat perdebatan dengan seorang warga saat menghadiri acara di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut.

Video berdurasi pendek itu viral di media sosial. Dalam rekaman, seorang pria tampak menagih janji kampanye Putri pada Pilkada 2024 lalu.

Malam harinya, Putri memberi tanggapan melalui akun Instagram pribadi @putri.karlina14. Ia mengunggah foto domba Garut dengan narasi yang diduga menyinggung kejadian tersebut.

Ada yang lagi rame ya..? Nggak akan saya klarifikasi karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya,” tulis Putri dalam unggahan itu.

Ia melanjutkan, “Yang mengenal saya tidak butuh penjelasan, yang sudah benci tidak akan percaya.”

Putri juga menyampaikan permintaan maaf kepada berbagai pihak, termasuk pria yang berdebat dengannya.

Baca juga: Warga Tagih Janji Kampanye, Wabup Garut Putri Karlina Malah Ajak Debat

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by L. Putri Karlina (@putri.karlina14)

Ke masyarakat via kamera teman-teman wartawan (yang sadly nggak akan seviral konten asalnya), ke Pak Bupati, Gubernur, ke mama papa aku, ke suamiku,” tulisnya.

Dalam bagian akhir unggahan, Putri menegaskan bahwa sikapnya lahir dari prinsip, bukan karena statusnya sebagai pejabat atau keluarga siapa pun.

Berani juga karena saya orang Garut, berfilosofi domba Garut. Si tangkas pemberani dengan semangat juang tinggi, petarung yang pantang menyerah. So just let it be,” tulis Putri menutup unggahan tersebut.

Untuk diketahui, video viral perdebatan tersebut bermula ketika Putri menjelaskan sejumlah program yang sudah dijalankan. Namun, pria berbaju putih yang bertanya itu menimpali dengan nada tinggi.

“Keinginan bapak apa?” tanya Putri.
“Ya realisasi,” jawab pria tersebut.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Putri Karlina Peka terhadap Curhat Abenk Preman Pensiun

Ia lalu menyinggung janji kampanye soal bantuan permodalan bagi pelaku UMKM. “Salah satunya, (bantuan) satu sampai lima juta untuk UMKM,” kata pria itu.

Putri menjawab bahwa bantuan tersebut sudah mulai disalurkan. Namun, warga itu kembali menimpali dengan pertanyaan apakah seluruh UMKM sudah menerimanya.

Dari situlah suasana memanas hingga seorang pengawal Putri mendekati pria tersebut untuk menenangkan keadaan.

“Bapak itu harus realistis,” kata Putri menanggapi.

Pria itu kemudian menegaskan haknya untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil bupati. “Memang tidak boleh saya menyampaikan itu?” ujarnya.

Situasi sempat tegang hingga sejumlah tamu mencoba menenangkan. Putri terlihat berbicara dengan nada tinggi sebelum akhirnya diajak meninggalkan lokasi. Saat berlalu, pria itu masih bersuara lantang, “Realisasikan janji-janji politik, suara rakyat suara Tuhan. Kalau janji politik tidak ditepati berarti membohongi Tuhan, terima kasih.”

Dikonfirmasi pada Selasa (7/10/2025) siang, tim Wakil Bupati Garut menyebut Putri sedang melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cikelet.

Penulis: Kontributor Garut, Ari Maulana Karang

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Bandung
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Bandung
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Bandung
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
Bandung
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Bandung
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Bandung
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Bandung
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Bandung
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
Bandung
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Bandung
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Bandung
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Bandung
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Bandung
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau