Memuat...

Melbourne Heboh! Penceramah Muslim Seru “Angkat Senjata” Lawan Yahudi dan Nasrani

Hanoum
Jumat, 2 Oktober 2026 / 21 Rabiulakhir 1448 05:17
Melbourne Heboh! Penceramah Muslim Seru “Angkat Senjata” Lawan Yahudi dan Nasrani
Pendakwah Muslim Abu Ahmad di Pusat Islam Al Bayyinah di Springvale. [Foto: The Jerusalem Post]

MELBOURNE (Arrahmah.id) -- Khutbah seorang penceramah Muslim di Melbourne, Australia, Abu Ahmad, memicu sorotan setelah rekaman ceramahnya yang disampaikan pada Juli 2026 beredar kembali dan memuat pernyataan mengenai permusuhan terhadap non-Muslim serta ajakan untuk “mengangkat senjata” menghadapi musuh. Pernyataan itu kemudian mendapat kecaman dari Dewan Imam Nasional Australia (ANIC), sementara Abu Ahmad membantah bahwa dirinya menyerukan kekerasan terhadap umat Yahudi, Kristen, atau kelompok non-Muslim lainnya.

Abu Ahmad diketahui terkait dengan Al Bayyinah Islamic Centre di Springvale, Melbourne bagian tenggara. Dalam rekaman yang diunggah ke media sosial pusat tersebut, seperti dilansir The Guardian (29/9/2026), ia membahas konsep teologi Islam al-Walāʾ wal-Barāʾ, atau loyalitas dan penolakan terhadap pihak yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Dalam bagian yang menjadi sorotan, ia menyampaikan bahwa pengikutnya tidak seharusnya menjadikan Yahudi dan Kristen sebagai teman serta menyebut “mengangkat senjata” terhadap musuh.

Laporan The Sydney Morning Herald dan The Guardian menyebut pernyataan tersebut berasal dari khutbah yang disampaikan pada Juli, tetapi baru mendapat perhatian luas setelah rekamannya kembali beredar pada September. Materi itu kemudian memicu perdebatan mengenai batas antara pengajaran keagamaan, ujaran kebencian, dan seruan kekerasan di Australia.

Menanggapi kontroversi tersebut, Australian National Imams’ Council (ANIC) menyatakan sangat prihatin. Organisasi yang menjadi badan nasional yang mewakili para imam di Australia itu menegaskan bahwa setiap seruan untuk mengangkat senjata terhadap warga sipil, komunitas agama, atau masyarakat Australia harus ditolak.

ANIC juga mengatakan belum mengambil kesimpulan mengenai individu maupun konteks pasti dari pernyataan Abu Ahmad sebelum dapat memeriksa seluruh materi yang berkaitan dengan khutbah tersebut. Organisasi itu menegaskan penolakan terhadap hasutan kekerasan, kebencian, maupun tindakan yang merugikan kelompok atau individu mana pun.

Sementara itu, Abu Ahmad memberikan klarifikasi melalui pernyataan yang dipublikasikan Al Bayyinah Islamic Centre. Ia mengatakan bagian yang dikutip media berasal dari sebuah buku yang sedang dibacanya dalam pelajaran mengenai al-Walāʾ wal-Barāʾ.

Menurutnya, pernyataan tersebut bukan seruan pribadi kepada umat Islam untuk menyerang umat Yahudi, Kristen, atau non-Muslim lainnya. Ia juga menyatakan bahwa penjelasan lanjutan dalam pelajaran tersebut menegaskan larangan menyakiti atau berlaku tidak adil terhadap non-Muslim yang hidup damai.

The Jerusalem Post dan Ynet melaporkan bahwa Al Bayyinah Islamic Centre memiliki hubungan dengan penceramah Sydney Wissam Haddad. Abu Ahmad juga dilaporkan pernah mengunjungi pusat dakwah yang dikaitkan dengan Haddad pada 2025. (hanoum/arrahmah.id)