Memuat...

Ditolak Lewati Desa Hindu, Jenazah Muslim di Bihar Dibawa Menyeberangi Sungai

Hanoum
Jumat, 2 Oktober 2026 / 21 Rabiulakhir 1448 05:53
Ditolak Lewati Desa Hindu, Jenazah Muslim di Bihar Dibawa Menyeberangi Sungai
Prosesi pemakaman Muslim diblokir di Bihar. [Foto: The Siasat Daily]

PATNA (Arrahmah.id) -- Iring-iringan jenazah seorang Muslim di Bihar, India, terpaksa menyeberangi sungai setelah warga Hindu dari komunitas Paswan di sebuah desa menolak rombongan melewati jalan yang biasa digunakan menuju lokasi pemakaman. Peristiwa tersebut terjadi di distrik Kaimur dan memicu perhatian setelah keluarga memilih membawa jenazah melalui sungai agar prosesi pemakaman tetap dapat dilanjutkan.

Dilansir The Siasat Daily dan Madhyamam (1/10/2026), keluarga seorang pria Muslim yang meninggal hendak membawa jenazah menuju lokasi pemakaman ketika perjalanan mereka terhenti karena sebagian warga dari komunitas Paswan memblokir akses jalan di kawasan Chand, distrik Kaimur, Bihar. Warga yang menolak disebut beralasan bahwa jalan tersebut diperuntukkan bagi akses menuju sebuah kuil.

Penolakan tersebut kemudian membuat keluarga dan para pelayat mencari jalur alternatif. Menurut laporan Millat Times, rombongan akhirnya membawa jenazah dengan menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi pemakaman. Cara tersebut dipilih agar jenazah tetap dapat dimakamkan tanpa harus kembali atau menunggu penyelesaian perselisihan mengenai akses jalan.

https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=i6kH7YqH61U

Laporan media lokal menyebut perselisihan berkaitan dengan penggunaan sebuah jalur desa yang selama ini menjadi akses menuju lokasi pemakaman Muslim. Warga yang melakukan penolakan disebut menganggap jalur tersebut berada dalam area yang berkaitan dengan tempat ibadah Hindu. Pihak keluarga, sementara itu, membutuhkan akses untuk membawa jenazah menuju tempat pemakaman.

Kejadian tersebut menarik perhatian karena persoalan akses jalan kemudian berdampak langsung pada prosesi pemakaman. Dalam tradisi pemakaman Muslim, jenazah umumnya segera dimakamkan setelah proses persiapan dan shalat jenazah. Karena akses darat dipersoalkan, keluarga memilih menggunakan sungai sebagai jalan alternatif meski harus menghadapi medan yang lebih sulit.

The Siasat Daily melaporkan bahwa warga Hindu Paswan yang menghadang rombongan menyatakan keberatan terhadap penggunaan jalan tersebut karena menurut mereka jalur itu diperuntukkan bagi kepentingan kuil. Namun, laporan yang tersedia belum menunjukkan adanya keputusan pengadilan atau ketetapan administratif yang secara definitif menyatakan bahwa jalan tersebut hanya boleh digunakan untuk kepentingan tempat ibadah tertentu.(hanoum/arrahmah.id)