KOMPAS.com - Dokter asal Hong Kong bernama Ryan Cheung viral di media sosial china Xiaohongshu usai menangani seorang penumpang pesawat yang pingsan di tengah penerbangan.
Ketika itu, Cheung sedang berada di dalam penerbangan HK Express dari Hong Kong menuju Fukuoka, Jepang.
Bukan hanya jasanya, Cheung viral di Xiaohongshu dan menuai pujian warganet China karena penampilannya yang tampan seperti bintang film.
Baca juga: Kenapa Tetap Main Judi Online padahal Sudah Rugi? Dokter Jelaskan Penyebab dan Tanda Kecanduan
Kronologi bermula ketika seorang penumpang pria paruh baya tiba-tiba kehilangan kesadarannya di tengah penerbangan HK Express menuju Fukuoka.
Dikutip dari Vietnam.vn (22/5/2026), awak kabin mulai memberikan pertolongan pertama terhadap penumpang tersebut.
Saat itu, suasana di dalam pesawat cukup kacau, karena awak kabin berusaha untuk menangani keadaan darurat.
Kapten yang berada di kokpit pun mengumumkan bahwa mereka membutuhkan dokter atau tenaga medis agar bisa membantu.
Baca juga: Urine Berbau seperti Feses, Dokter Jelaskan Penyebab dan Bahayanya
Seorang penumpang pria pun secara proaktif berdiri untuk membantu dalam memberikan pertolongan pertama.
Ia menawarkan diri tanpa ragu-ragu, berkoordinasi dengan awak kabin yang bertugas, dan memberikan bantuan medis.
Berkat penanganannya yang tepat waktu, kondisi pasien bisa stabil dengan cepat dan tidak dalam keadaan mengancam nyawa.
Penumpang lain menceritakan kejadian itu di platform Xiaohongshu, menggambarkan pria itu “sangat tampan, dengan tinggi badan lebih dari 185 cm”.
Baca juga: Dokter Jelaskan Penyebab Bau Badan Mirip Kambing hingga Bawang Busuk
Dilansir dari VNExpress (23/5/2026), dia diceritakan dengan tenang melangkah maju untuk membantu penumpang yang pingsan di dalam pesawat HK Express.
Penampilan pria yang tampan itu dengan cepat menarik perhatian warganet China lainnya dan video rekamannya di Xiaohongshu menjadi viral.
Identitasnya kemudian dikonfirmasi sebagai dokter yang berasal dari Hong Kong bernama Ryan Cheung (31).
Tak hanya naluri medisnya, Cheung diapresiasi karena kesediaan seorang dokter yang sedang tidak bertugas untuk turun tangan di depan umum.
Baca juga: Kisah Naoko Watanabe, Perawat Jepang yang Tiga Kali Taklukkan Gunung K2 di Pakistan
Profil Cheung semakin penarik perhatian publik karena mampu menggabungkan kehidupan kedokterannya dengan musik dan kebugaran tingkat tinggi.
Cheung tercatat lulus dari sekolah kedokteran Universitas Hong Kong pada tahun 2018. Dia pernah bekerja di Departemen Kecelakaan dan Gawat Darurat Queen Mary Hospital.
Selain berprofesi sebagai dokter, dia juga merupakan penyanyi, penulis lagu, serta gitaris.
Sejumlah lagu orisinalnya, termasuk "The Risk of Driving" telah mengumpulkan lebih dari 700.000 kali pemutaran di berbagai platform musik utama.
Melalui biodata Instagram-nya, Cheung menyebut dirinya sebagai "doctor, musician, HYROX ambassador".
Baca juga: Kisah Penyelamatan Penjelajah Gua di New York, Terjepit di Celah Sempit Selama 6 Jam
HYROX merupakan kompetisi kebugaran dalam ruangan berskala global yang menggabungkan delapan kali lari sejauh satu kilometer dengan delapan pos latihan fungsional (functional workout stations).
Dengan begitu, selain berkarier di bidang medis dan musik, ia juga aktif sebagai duta ajang kebugaran tersebut.
Setelah video dirinya membantu penumpang lain yang pingsan di dalam pesawat, Cheung memberikan tanggapan atas perhatian yang datang secara tak terduga.
Tanggapan tersebut dia bagikan melalui sebuah unggahan di Instagram yang berjudul “Thank You for the Love from Xiaohongshu”.
Cheung mengucapkan terima kasih kepada para pengikut baru maupun pendukung lamanya.
Baca juga: Kisah Mark Rutte, Mantan PM Belanda yang Pulang dari Kantor Naik Sepeda di Hari Terakhir Kerja
Ia mengaku gelombang perhatian yang diterimanya sempat membuat dirinya sedikit kewalahan.
Meski demikian, ia menegaskan akan tetap fokus menjadi dokter terbaik yang ia bisa, merilis musik yang jujur dan autentik, serta mengejar berbagai target kebugaran pribadi.
Salah satu target kebugaran itu, termasuk menyelesaikan wall ball tanpa jeda dan mencatat waktu di bawah 60 menit dalam ajang HYROX.
Catatan waktu di bawah 60 menit dalam HYROX merupakan tolak ukur yang tergolong elite.
Sebagai perbandingan, sebagian besar peserta pria amatir biasanya menyelesaikan perlombaan dalam rentang waktu 75 hingga 90 menit.
Ini bukan kali pertama Cheung menjadi sorotan publik. Profil Cheung pernah diberitakan oleh South China Morning Post pada November 2023.
Baca juga: Kisah Jensen Huang: Berawal Jadi Petugas Kebersihan dan Pencuci Piring, Kini CEO Nvidia
Kala itu, ia bercerita tentang keputusannya untuk mengurangi pekerjaan penuh waktu di rumah sakit umum demi mengejar karier musik.
Cheung mengaku bahwa cuti panjang selama enam bulan yang dijalaninya pada awal tahun itu merupakan "masa paling membahagiakan yang saya rasakan dalam waktu yang lama".
Dia sempat kembali bekerja di rumah sakit pada Juli 2023, tetapi kemudian mengundurkan diri pada Oktober di tahung yang sama untuk sepenuhnya fokus menulis lagu.
Cheung mengatakan dirinya menyaksikan betapa rapuh dan singkatnya kehidupan saat bekerja di unit gawat darurat.
Hal itu menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dan mengejar impiannya tanpa menunda-nunda.
Baca juga: Kisah Haru Rumah Sakit di China, Nakes Kompak Jual 4.000 Kg Apel Milik Petani Stroke
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang