Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti Oxford Temukan Planet Baru yang Dipenuhi Lautan Magma dan Berbau Telur Busuk

Kompas.com, 11 Mei 2026, 20:00 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com – Para peneliti baru saja mengidentifikasi sebuah kelas eksoplanet, planet di luar tata surya, yang benar-benar baru dan belum pernah diketahui sebelumnya.

Planet ini digambarkan sebagai dunia yang panas membara, kaya akan belerang, dan memiliki samudra magma yang kemungkinan besar beraroma menyengat seperti telur busuk.

Penemuan yang dipimpin oleh University of Oxford ini berfokus pada planet bernama L 98-59 d. Planet ini terletak sekitar 35 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di rasi bintang Volans.

Dilansir dari BBC Sky at Night Magazine, studi tersebut mengungkapkan bahwa L 98-59 d tidak masuk dalam kategori planet yang sudah ada, seperti planet batuan (terestrial), planet gas, atau dunia yang kaya akan air.

Sebaliknya, planet ini mewakili jenis benda langit yang sepenuhnya baru.

Baca juga: Ilmuwan Menyebut Tanpa Dinosaurus, Umur Manusia Bisa Lebih Panjang, Kok Bisa?

Lautan magma yang bertahan miliaran tahun

Dengan menggunakan pemodelan canggih dan data observasi, tim peneliti menemukan bahwa L 98-59 d kemungkinan besar memiliki mantel yang terdiri dari material silikat cair, serupa dengan lava di Bumi, yang membentang jauh ke bawah permukaannya.

Berbeda dengan Bumi pada masa awal pembentukannya, lautan magma di planet ini tampaknya tetap bertahan selama miliaran tahun, alih-alih mendingin hingga membentuk kerak padat.

Secara fisik, L 98-59 d memiliki ukuran sekitar 1,6 kali lipat dari Bumi. Namun, planet ini memiliki kepadatan yang lebih rendah dari perkiraan, yang menunjukkan komposisi yang sangat berbeda dari planet batuan di tata surya kita.

Pemodelan menunjukkan bahwa planet ini terbentuk dan berevolusi di bawah kondisi yang sangat berbeda.

Ada kemungkinan planet ini dulunya menyerupai "Sub-Neptunus" sebelum akhirnya menyusut dan kehilangan sebagian atmosfer primordialnya.

Baca juga: Ada Burung dan Kepiting Biru, tapi Mengapa Tak Ada Mamalia Berwarna Biru?

Efek rumah kaca ekstrem dari belerang

Komposisi unik planet ini didorong oleh atmosfer tebal yang kaya akan molekul berat mengandung belerang.

Hal ini menciptakan efek rumah kaca yang sangat intens. Fenomena tersebut mencegah permukaan planet untuk mendingin, sehingga sebagian besar wilayah planet tetap berada dalam fase cair atau meleleh.

Penemuan ini dianggap sebagai pengubah permainan (game-changer) dalam dunia astronomi.

Dr. Harrison Nicholls, penulis utama studi dari Departemen Fisika, University of Oxford, menyatakan bahwa kategori yang ada saat ini mungkin terlalu sempit untuk menggambarkan keragaman planet di alam semesta.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa kategori yang saat ini digunakan para astronom untuk mendeskripsikan planet kecil mungkin terlalu sederhana," ujar Dr. Harrison Nicholls.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Tren
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Tren
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau