KOMPAS.com - Seorang karyawan bernama Chamel Abdulkarim (29) didakwa atas sejumlah tuduhan kejahatan, termasuk pembakaran gudang kertas di Amerika Serikat.
Ia diduga membakar gudang produk kertas milik Kimberly Clark di Ontario, California sekitar satu jam dari Los Angeles.
Menurut laporan The Guardian, Jumat (10/4/2026), kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat pada Selasa (7/4/2026) dini hari dan pelaku ditangkap tidak lama kemudian.
Api dengan cepat membesar hingga melibatkan sekitar 175 petugas pemadam kebakaran, dengan total kerugian ditaksir lebih dari 600 juta dollar AS (sekitar Rp 10,2 triliun), termasuk 500 juta dollar produk kertas dan 150 juta dollar nilai bangunan gudang.
Baca juga: Kisah Nguyen Le Tu, Selamatkan 7 Nyawa dari Kebakaran tapi Pilih Berbohong ke Ibunya
Chamel Abdulkarim dan gudang di Ontario terbakar.Dilansir dari People, Sabtu (11/4/2026), pihak berwenang menduga bahwa Abdulkarim sengaja membakar gudang kertas milik Kimberly Clark.
Ia bahkan merekam dirinya sendiri saat membakar beberapa palet barang kertas di dalam sebuah gudang di Ontario, menurut sebuah pernyataan tertulis yang diajukan bersamaan dengan pengaduan pidana federal dan diperoleh oleh People.
Pernyataan tertulis tersebut menyatakan bahwa setelah menyalakan api pelaku mempersoalkan masalah gaji.
"Jika Anda tidak akan membayar kami cukup untuk hidup atau mampu hidup, setidaknya bayar kami cukup agar kami tidak melakukan hal ini," ujarnya.
Lebih lanjut, dalam dakwaan disebutkan bahwa ia juga menyampaikan pernyataan melalui panggilan telepon dan pesan teks yang mengakui perbuatannya.
“Aku baru saja merugikan orang-orang ini miliaran dollar” dan “1 persen itu [kata-kata kasar] lelucon,” tulisnya, menurut pengaduan tersebut.
Ia juga diduga menyampaikan bahwa perusahaan seharusnya memberikan upah yang layak untuk hidup dan sesuai dengan nilai kerja karyawan, bukan semata berdasarkan kepentingan korporasi.
“Yang perlu Anda lakukan hanyalah membayar kami cukup untuk hidup. Bayar kami lebih banyak sesuai nilai yang kami berikan, bukan nilai korporat. Saya tidak melihat para pemegang saham akan mengambil alih shift kerja,” tulisnya.
Baca juga: Sering Pakai Colokan T untuk Banyak Elektronik, Benarkah Bisa Picu Kebakaran? Ini Penjelasannya
Dilansir dari CBS, Jumat (10/4/2026) Polisi mengidentifikasi Chamel Abdulkarim sebagai karyawan NFI Industries, perusahaan distributor pihak ketiga yang bekerja sama dengan produsen kertas tersebut.
Asisten Jaksa Agung AS, Bill Essayli, mengungkapkan bahwa dalam percakapan telepon dengan seorang temannya, Abdulkarim sempat membandingkan dirinya dengan Luigi Mangione.