Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER TREN] Kisah Simon, Dokter Spesialis Penerima LPDP Mengabdikan Diri di Pelosok Kalimantan | Kapan Seleksi CPNS 2026 Dibuka?

Kompas.com, 27 Februari 2026, 05:39 WIB
Tri Indriawati

Penulis

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com - Berita mengenai kisah inspiratif dr. Simon, seorang dokter spesialis penerima beasiswa LPDP yang memilih pulang untuk membangun laboratorium di pelosok Kalimantan, memuncaki daftar Populer Tren KOMPAS.com pada Rabu (25/2/2026).

Di tengah sentimen negatif terhadap sejumlah awardee yang enggan pulang, aksi nyata dr. Simon menjadi sorotan pembaca.

Di bawahnya, terdapat informasi yang paling dinanti oleh para pemburu kerja, yakni penjelasan Menteri PANRB terkait kepastian pembukaan seleksi CPNS 2026.

Baca juga: [POPULER TREN] Kerusuhan Meksiko Meluas Usai Tewasnya Bos Kartel | Link Pintar BI

Berita di kanal Tren Kompas.com yang paling banyak dibaca selanjutnya memuat polemik kebisingan lapangan padel di Jakarta serta fenomena medis kematian puluhan harimau di Thailand.

Berikut adalah rangkuman daftar Populer Tren edisi Rabu (25/2/2026) hingga Kamis (26/2/2026) pagi yang dapat Anda simak:

1. Kisah dr. Simon, Penerima LPDP yang Bangun Lab di Pelosok Kalimantan

dr. Simon Yosonegoro Liem, Sp.MK., membuktikan dedikasinya dengan kembali ke Kabupaten Ketapang setelah menyelesaikan studi dokter spesialis di Universitas Indonesia.

Ia mendirikan Laboratorium Mikrobiologi Klinik di RSUD dr. Agoesdjam, yang menjadi satu-satunya di Kalbar bagian selatan.

Perjuangan dr. Simon tidak mudah, mulai dari menempuh ratusan kilometer demi tes TOEFL hingga meyakinkan rekan sejawat tentang pentingnya uji kultur antibiotik.

Baginya, pulang ke daerah asal adalah bentuk syukur atas investasi negara melalui beasiswa LPDP.

Baca selengkapnya di sini.

2. Kapan Seleksi CPNS 2026 Dibuka? Ini Penjelasan Menteri PANRB

Menteri PANRB Rini Widyanti memberikan jawaban terkait teka-teki pembukaan CPNS 2026.

Meski belum ada tanggal pasti, sinyal positif terlihat dari adanya kebutuhan pengisian posisi sekitar 160.000 ASN yang memasuki masa pensiun tahun lalu.

Pemerintah saat ini tengah bersurat kepada Kementerian Keuangan terkait kesiapan anggaran dan meminta instansi untuk merinci kompetensi spesifik yang dibutuhkan.

Baca selengkapnya di sini.

Lapangan Padel di Pulomas disegel oleh Sudin Citata, Kamis (26/2/2026).Febryan Kevin/Kompas.com Lapangan Padel di Pulomas disegel oleh Sudin Citata, Kamis (26/2/2026).

3. Deretan Polemik Lapangan Padel di Jakarta Akibat Kebisingan

Popularitas olahraga padel di Jakarta dibarengi dengan protes keras dari warga sekitar.

Halaman:


Terkini Lainnya
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Tren
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Tren
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau