Penulis
Perbedaan anatomi yang kontras ini, ditambah dengan ketidakcocokan data genetika, memperkuat bukti bahwa ubur-ubur Singapura ini adalah spesies yang sepenuhnya baru.
"Tinjauan dan analisis menyeluruh kami terhadap semua spesies Chironex yang dikenal saat ini mengungkap banyak hal tentang ubur-ubur kotak ini," papar Danwei Huang, salah satu penulis studi sekaligus Profesor Rekanan di Departemen Ilmu Biologi National University of Singapore dan Lee Kong Chian Natural History Museum.
Baca juga: Webb Temukan Galaksi “Ubur-Ubur”, Ungkap Wajah Alam Semesta 8,5 Miliar Tahun Lalu
Selain menemukan spesies baru, penelitian ini juga mencatat fenomena mengejutkan lainnya. Spesies Chironex indrasaksajiae atau yang dijuluki sebagai "Tawon Laut Thailand"—yang biasanya hanya ditemukan di pesisir pantai Thailand—ternyata kini terdeteksi berada di perairan Singapura.
Sama seperti kerabatnya, ubur-ubur asal Thailand ini juga memiliki tingkat racun yang mematikan bagi manusia.
"Kami sangat terkejut menemukan C. indrasaksajiae berada sangat jauh dari Thailand," ujar Ames.
"Mencatat perluasan wilayah jelajah seperti ini sangatlah penting, karena saat ini pengetahuan kita masih sangat minim mengenai keanekaragaman hayati dan distribusi spasial ubur-ubur kotak."
Para ilmuwan menjelaskan bahwa pemahaman yang lebih baik mengenai persebaran habitat ubur-ubur kotak dapat membantu mencegah cedera parah serta korban jiwa pada manusia di kemudian hari.
Berdasarkan catatan global, sengatan ubur-ubur kotak diperkirakan menyebabkan sekitar 40 kematian per tahun di seluruh dunia. Namun, sejumlah pakar menilai angka tersebut kemungkinan besar jauh lebih tinggi dari realitas yang tidak dilaporkan di lapangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang