Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

75 Tahun Jadi Pajangan Berdebu, Fosil Ini Ternyata Spesies Baru Kerabat Buaya

Kompas.com, 5 Mei 2026, 15:43 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com – Sebuah fosil yang selama 75 tahun hanya dianggap sebagai pajangan berdebu akhirnya mengungkap identitas aslinya.

Para peneliti baru-baru ini mengategorikan sisa-sisa fosil dari New Mexico tersebut sebagai jenis baru crocodylomorph awal, yang merupakan leluhur dari buaya dan aligator modern.

Fosil ini awalnya ditemukan di Ghost Ranch, New Mexico, pada tahun 1948.

Selama puluhan tahun, spesimen ini diklasifikasikan secara tentatif sebagai spesies Hesperosuchus agilis.

Namun, melalui pemindaian X-ray computed tomography (CT), para ahli menemukan bahwa hewan ini adalah spesies yang sepenuhnya baru dan diberi nama Eosphorosuchus lacrimosa.

Baca juga: Tersimpan di Museum Satu Abad, Fosil Ini Ternyata Landak Semut Purba Seberat 15 Kg

Rahasia Kekuatan Gigitan

Miranda Margulis-Ohnuma, seorang mahasiswa PhD di Universitas Yale, berhasil mengungkap struktur tulang tengkorak hewan ini untuk pertama kalinya melalui pembongkaran digital hasil pemindaian CT.

Dikutip IFLScience, bentuk tengkoraknya sangat khas, termasuk adanya punggungan tulang yang menonjol di sepanjang rahang bawah.

Bagian ini menjadi tempat melekatnya otot-otot gigitan yang sangat kuat. Fitur anatomis ini membedakannya secara signifikan dari H. agilis.

Adaptasi rahang yang lebih kuat ini serupa dengan mekanisme yang ditemukan pada hewan karnivora modern seperti hyena, yang memungkinkan mereka menghancurkan tulang untuk mengakses sumsum yang kaya nutrisi.

Dinasti Reptil di Zaman Trias

Eosphorosuchus lacrimosa diperkirakan hidup sekitar 210 juta tahun yang lalu pada periode Trias Akhir. Pada masa itu, wilayah tersebut merupakan dataran banjir yang berawa.

Bhart-Anjan Bhullar, penulis senior studi dari Universitas Yale, menjelaskan bahwa periode tersebut merupakan masa persaingan antara dua dinasti reptil besar.

"Selama periode ini, Trias akhir, ada dua dinasti reptil yang bersaing untuk mendominasi: garis keturunan yang akan menghasilkan buaya dan aligator di satu sisi, dan garis keturunan yang menghasilkan burung, yang tentu saja adalah dinasti dinosaurus, di sisi lain," ujar Bhullar kepada Yale News.

Berbeda dengan gambaran umum saat ini, Bhullar menambahkan bahwa pada masa itu, dinosaurus justru merupakan hewan yang ramping dan berjalan dengan dua kaki kecil.

Sebaliknya, leluhur buaya adalah predator berkaki empat yang gesit dan bertubuh kekar, mirip dengan serigala atau anjing besar.

Nama yang Penuh Makna

Nama lacrimosa diambil dari bahasa Latin yang berarti "menangis".

Halaman:


Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau