Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menghilangkan Prengus pada Talenan Setelah Potong Daging Kurban

Kompas.com, 29 Mei 2026, 15:16 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Talenan yang digunakan untuk memotong daging kurban sering meninggalkan bau prengus atau amis yang sulit hilang.

Aroma tersebut berasal dari sisa lemak, cairan, dan partikel mikroskopis daging yang meresap ke permukaan talenan, terutama yang berbahan kayu.

Jika tidak dibersihkan dengan benar, bau dapat bertahan lama sekaligus memicu pertumbuhan bakteri.

Karena itu, penting mengetahui cara membersihkan talenan secara tepat setelah digunakan mengolah daging mentah.

Cara Hilangkan Bau Prengus Talenan

Berikut beberapa cara menghilangkan bau prengus pada talenan setelah memotong daging kurban dirangkum dari berbagai sumber:

1. Cuci dengan Air Panas dan Sabun

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencuci talenan menggunakan air panas dan sabun cuci piring.

Baca juga: Mau Bakar Sate Daging Kurban di Rumah? Hindari 5 Tempat Ini

Pembersihan awal ini membantu mengangkat sisa protein, lemak, dan cairan daging yang masih menempel di permukaan talenan.

Setelah dicuci, bilas hingga bersih sebelum melanjutkan proses penghilang bau.

2. Gunakan Garam dan Lemon

Salah satu cara alami yang cukup efektif untuk menghilangkan bau amis adalah menggunakan garam kasar dan lemon.

Caranya, taburkan garam kasar secara merata di atas permukaan talenan. Setelah itu, potong lemon menjadi dua bagian lalu gunakan untuk menggosok permukaan talenan bersama garam.

Diamkan campuran tersebut selama sekitar lima menit sebelum dibilas menggunakan air bersih.

Setelah selesai, keringkan talenan dalam posisi tegak agar sisa air tidak mengendap di permukaan kayu.

Metode ini dinilai efektif karena garam bekerja sebagai bahan abrasif yang membantu mengangkat partikel daging mikroskopis sekaligus menarik kelembapan.

Baca juga: Ini Tempat Ideal untuk Bakar Sate Daging Kurban di Rumah

Sementara itu, kandungan asam sitrat dan minyak esensial pada lemon mampu membantu menetralisir senyawa penyebab bau amis.

3. Pakai Pasta Soda Kue

Jika bau masih tersisa, Anda bisa mencoba menggunakan pasta soda kue.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau