Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Hilangkan Bau Prengus pada Pisau Usai Memotong Daging Kurban

Kompas.com, 29 Mei 2026, 13:21 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Pisau yang digunakan untuk memotong daging kurban sering meninggalkan bau prengus atau aroma amis yang cukup menyengat.

Bau prengus tersebut berasal dari sisa protein, lemak, dan cairan daging yang menempel pada mata pisau maupun gagangnya.

Jika tidak dibersihkan dengan benar, bau dapat bertahan cukup lama bahkan memicu pertumbuhan bakteri.

Karena itu, penting mengetahui cara membersihkan pisau dengan tepat setelah digunakan memotong daging mentah.

Menghilangkan Bau Prengus pada Pisau

Berikut beberapa cara menghilangkan bau prengus pada pisau setelah memotong daging kurban dirangkum dari Cleaning Istitute:

Baca juga: Ini Tempat Ideal untuk Bakar Sate Daging Kurban di Rumah

1. Segera Cuci Pisau dengan Air Panas dan Sabun

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera mencuci pisau setelah digunakan. Hindari membiarkan pisau terlalu lama dalam kondisi kotor karena sisa protein daging dapat menempel lebih kuat dan memicu bau tidak sedap.

Gunakan air panas dan sabun cuci piring untuk membersihkan seluruh bagian pisau, mulai dari mata pisau, penahan, hingga gagangnya.

Gosok kedua sisi mata pisau menggunakan spons atau kain lembut agar seluruh sisa lemak dan cairan daging terangkat sempurna.

Selain itu, hindari merendam pisau terlalu lama di wastafel berisi air kotor karena dapat merusak mata pisau sekaligus meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

2. Gunakan Lemon dan Garam untuk Menetralisir Bau

Jika bau amis masih tertinggal setelah dicuci, Anda bisa menggunakan bahan alami seperti lemon dan garam kasar.

Caranya, taburkan garam kasar atau soda kue pada permukaan mata pisau. Setelah itu, ambil setengah buah lemon lalu gosokkan ke seluruh bagian mata pisau dan gagang.

Baca juga: Mau Bakar Sate Daging Kurban di Rumah? Hindari 5 Tempat Ini

Kandungan asam pada lemon membantu menghilangkan lemak sekaligus menetralisir bau, sedangkan garam atau soda kue bekerja sebagai bahan abrasif untuk mengangkat residu mikroskopis yang masih menempel.

Setelah selesai digosok, bilas kembali pisau menggunakan air bersih hingga tidak ada sisa lemon maupun garam yang tertinggal.

3. Bungkus dengan Cuka Putih Jika Bau Masih Menempel

Untuk bau prengus yang sangat kuat, cuka putih dapat menjadi solusi tambahan.

Rendam handuk kertas dengan cuka putih biasa, lalu bungkus mata pisau menggunakan handuk tersebut selama sekitar 5 hingga 10 menit.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau