Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Tanaman yang Bisa Usir Nyamuk di Rumah, Apa Saja?

Kompas.com, 22 Mei 2026, 18:33 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

KOMPAS.com - Duduk bersantai di teras atau taman rumah yang asri penuh tanaman tentu menjadi momen yang menyenangkan.

Namun, momen kedamaian ini sering kali buyar akibat gangguan nyamuk dan serangga.

Untuk mengatasinya, menyemprotkan cairan pembasmi kimia bukanlah solusi yang bijak.

Selain tidak ramah lingkungan, penggunaan obat semprot kimia secara berlebihan justru berisiko merusak kesehatan tanaman kesayanganmu.

Baca juga: Ampuh dan Tanpa Kimia, 7 Cara Usir Nyamuk Tanpa Obat Semprot

Sebagai alternatif yang aman dan alami, kamu bisa memanfaatkan tanaman hias pengusir serangga.

Melansir dari Real Simple, berikut adalah 8 rekomendasi tanaman hias yang ampuh mengusir nyamuk dan serangga, baik untuk area outdoor maupun indoor:

1. Petunia

Tak hanya cantik, bunga petunia kerap dijuluki sebagai pestisida alami. Tanaman ini sangat efektif mengusir hama seperti kutu daun, cacing tanduk, kumbang asparagus, hingga wereng.

"Petunia tumbuh dengan sangat mudah. kamu bisa menanamnya langsung di tanah atau di dalam pot," ujar pakar gaya hidup, Peyton Lambton.

Baca juga: Rumah Bebas Nyamuk, Mulai dari Kebiasaan Sederhana Ini

Petunia sangat menyukai sinar matahari penuh dan membutuhkan media tanam yang subur agar dapat tumbuh optimal.

2. Lavender

Aroma khas lavender yang menenangkan bagi manusia ternyata sangat dibenci oleh nyamuk.

"Lavender memiliki aroma harum yang tidak disukai nyamuk," kata Carmen Johnston, seorang pakar tanaman gaya hidup.

Selain fungsional, warna ungu khas dari bunga lavender juga siap mempercantik estetika rumah.

Baca juga: Cara Mengusir Nyamuk Tanpa Bahan Kimia

Tanaman ini paling cocok diletakkan di area yang kering dan terpapar matahari langsung.

3. Sereh Wangi (Citronella)

Nama citronella sudah sangat populer sebagai bahan utama minyak pengusir nyamuk. Menanamnya langsung di rumah tentu akan memberikan perlindungan ekstra.

Johnston menyarankan untuk menanam sereh wangi di pot terakota.

Baca juga: Membakar Ampas Kopi Bisa Basmi Nyamuk, Benarkah?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau