Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Bikin Apartemen Sempit Terasa Luas, Cek Poin-poin Ini

Kompas.com, 17 Mei 2026, 17:29 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

KOMPAS.com - Keterbatasan ruang sering kali menjadi keluhan utama bagi mereka yang tinggal di apartemen.

Luas ruangan yang minim kerap dianggap membatasi kreativitas dalam menata dan mendekorasi hunian.

Namun, kamu tidak perlu bingung. Apartemen yang sempit sebenarnya bisa disiasati agar terasa lebih luas dan nyaman, asalkan tahu trik yang tepat.

Dilansir dari Apartment Therapy, kunci utama untuk membuat apartemen mungil tampak luas adalah dengan menggunakan furnitur yang memiliki proporsi seimbang dengan ukuran ruangan.

Baca juga: 11 Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Apartemen

Hal ini diungkapkan oleh Tania Isacoff Friedland, seorang broker properti di Warburg Realty.

"Jika Anda memaksakan menggunakan furnitur yang benar-benar besar, ruangan akan langsung terasa penuh. Sebaliknya, menggunakan proporsi yang benar akan membuat ruangan terasa jauh lebih luas," ujar Friedland.

Dengan menyisakan area terbuka yang bebas dari 'keramaian' perabotan besar, kamu dapat bergerak lebih leluasa. Selain itu, pandangan ke arah luar jendela tidak akan terhalang, sehingga memberikan kesan ruang yang lebih bernapas.

Cara memilih furnitur untuk apartemen mungil

Sebelum membeli perabotan, ada beberapa langkah penting yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah pilih:

1. Perhatikan ketinggian langit-langit (plafon)

Langkah pertama sebelum menata ruang adalah melihat ke atas. Friedland menjelaskan bahwa ketinggian langit-langit sangat memengaruhi volume ruangan.

Baca juga: Cara Mendekorasi Balkon Kecil Apartemen agar Cantik dan Nyaman

Ruangan dengan langit-langit yang tinggi akan terasa lebih luas dan lega, meskipun ukuran lantainya sama dengan ruangan berplafon rendah.

2. Wajib melakukan pengukuran

Jangan pernah membeli furnitur hanya berdasarkan perkiraan visual. Lakukan pengukuran yang akurat pada setiap sudut ruangan apartemenmu.

"Melakukan pengukuran itu penting karena Anda tentu tidak ingin membeli barang yang terlalu besar hingga menyita tempat, atau justru terlalu kecil," papar Friedland.

Baca juga: 6 Ide Dekorasi Apartemen agar Terlihat Lebih Bergaya

3. Menjaga keseimbangan ruang

Meskipun prinsip utamanya adalah menghindari kesan penuh, bukan berarti Anda harus membiarkan apartemenmu kosong melompong.

Kuncinya adalah menemukan keseimbangan estetika melalui bentuk dan fungsi barang.

Jika membutuhkan sofa, tidak perlu takut untuk menghadirkannya di dalam apartemen. Solusinya, gantilah sofa berukuran jumbo dengan sofa yang dimensinya lebih kecil.

Friedland menegaskan bahwa sofa yang lebih kecil tidak akan mengurangi kenyamananmu saat bersantai.

Baca juga: 8 Burung yang Cocok Dipelihara di Apartemen, Tidak Bikin Berisik

Selain ukuran, bentuk furnitur juga memegang peranan penting. Memilih perabotan dengan sudut-sudut yang dinamis bisa menjadi trik cerdas.

“Kombinasi dari bentuk dan proporsi yang tepat akan membuat ruangan terasa lebih lapang. Sebagai contoh, memilih meja kopi (coffee table) dengan lekukan yang lembut atau bulat dapat membantu menciptakan ilusi ruangan yang lebih mengalir dan luas,” kata Friedland.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau