Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Noda Jadi Permanen, Hindari 7 Kebiasaan ini saat Mencuci Pakaian

Kompas.com, 15 Mei 2026, 18:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Noda pada pakaian memang sulit dihindari, mulai dari cipratan minyak saat memasak hingga tumpahan makanan dan minuman saat beraktivitas. 

Meskipun terdapat banyak metode untuk menghilangkan noda menempel tersebut. Penangan yang terlambat dan tak tepat dapat membuat noda yang seharusnya dapat hilang menjadi noda permanen yang sulit dihilangkan.

Baca juga: Jangan Asal! Ini 4 Cara Hilangkan Noda Cat di Keramik

Untuk menghindari hal tersebut, ada sejumlah kebiasaan penanganan noda yang perlu dihindari agar tidak menjadi noda permanen, seperti dikutip dari Better Homes and Gardens, Jumat (15/5/2026), berikut caranya.

1. Membiarkan noda menempel 

Salah satu kesalahan paling fatal saat menghadapi pakaian bernoda yakni menunda membersihkan noda. 

“Membiarkan noda terlalu lama dapat membuatnya lebih sulit dihilangkan karena noda akan meresap dan mengering di dalam kain,” kata Wendy Saladyga, ahli noda dan manajer senior kinerja teknis di Henkel yang berbasis di Amerika Serikat. 

Baca juga: Jangan Salah! Ini Pilihan Air Terbaik untuk Menghilangkan Noda

Saat terkena noda dan berada jauh dari area mesin cuci, segera serap noda cairan berlebih lalu oleskan sedikit sabun tangan atau sabun cuci piring bening.

Setelah dapat membersihkan noda tersebut secara lebih maksimal, periksa apakah noda sudah hilang sebelum pakaian kering. Jika belum, ulangi kembali dengan sabun hingga noda hilang sebelum dikeringkan. 

Saladyga mengingatkan pentingnya untuk segera menghilangkan noda. Pertimbangkan untuk membawa tisu basah untuk membantu mengatasi noda.

Hindari menggosok noda untuk menghindari merusak serat dan menyebarakan noda. Sebaiknya, tepuk-tepuk noda sebelum dibersihkan.

2. Melewatkan praperawatan

Langsung mencuci barang atau pakaian yang bernoda memang penting, tetapi jangan melewatkan proses penghilangan noda atau praperawatan, khususnya untuk noda membandel seperti kunyit, tomat, atau cokelat agar lebih mudah dihilangkan.

Baca juga: Jangan Asal Cuci 7 Jenis Pakaian Ini agar Tidak Cepat Rusak

Untuk melakukan praperawatan, cukup tuangkan sedikit deterjen pada noda, gosok, dan biarkan selama 5 menit atau lebih sebelum mencuci dengan deterjen yang sama.

Lakukan jika noda tidak terlalu sulit dihilangkan.

3. Menggunakan terlalu banyak detergen

Ilustrasi detergen cair, Ilustrasi pelembut kain.Shutterstock/New Africa Ilustrasi detergen cair, Ilustrasi pelembut kain.

Kesalahan umum lain yang sering dilakukan yakni penggunaan detergen cucian secara berlebihan. 

Detergen yang berlebihan justru dapat menyebabkan perawatan mesin cuci yang lebih sering. Sisa sabun yang tertinggal menciptakan tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak yang menimbulkan jamur, lumut, dan bau tidak sedap.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau