Penulis
DAEJEON, KOMPAS.com - Insiden meledaknya pabrik milik perusahaan pertahanan utama Korea Selatan, Hanwha Aerospace, merenggut lima korban jiwa pada Senin (1/6/2026).
Petugas pemadam kebakaran setempat juga melaporkan, dua korban lainnya mengalami luka-luka akibat insiden ini.
Ledakan di pabrik yang terletak di Daejeon, sekitar 150 kilometer sebelah selatan Seoul ini, dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat (09.00 WIB).
Baca juga: Bau Belerang Menyengat Sebelum Ledakan Tambang China Tewaskan 90 Orang
"Lima orang tewas dan dua lainnya luka-luka," ujar perwakilan dari Markas Besar Pemadam Kebakaran Daejeon kepada AFP, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Fasilitas Hanwha Aerospace di Daejeon selama ini berfokus pada penelitian dan pengembangan, termasuk teknologi senjata canggih dan sistem terkait ruang angkasa.
Perusahaan ini sendiri merupakan produsen pertahanan utama di Korea Selatan yang memproduksi senjata, sistem artileri, serta komponen kedirgantaraan.
CEO Hanwha Aerospace Son Jae-il dalam konferensi pers menjelaskan, ledakan kemungkinan terjadi saat proses pembersihan yang terlibat produksi propelan roket.
"Selama proses ini, bahan peledak dapat tertinggal di peralatan, dan ada prosedur untuk menghilangkan serta membersihkan residunya. Diperkirakan kecelakaan terjadi saat tahap proses ini," kata Son Jae-il.
Ilustrasi ledakan."Kami akan menanggapi kecelakaan ini dengan sangat serius, dan akan meninjau serta memperbaiki sistem keselamatan perusahaan secara mendasar untuk memastikan insiden serupa tidak akan terulang lagi," tuturnya.
Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Kheibar ke Jantung Israel, Ledakan Guncang Tel Aviv
Tragedi ini memicu simpati dari dunia politik "Negeri Ginseng". Menjelang pemilihan lokal yang akan digelar pada Rabu (3/6/2026), partai-partai politik besar memutuskan untuk membatasi aktivitas kampanye mereka.
Sebagai tanda penghormatan kepada para korban, parpol-parpol besar tersebut akan menahan diri untuk tidak menggunakan lagu-lagu kampanye dan pertunjukan yang telah diatur sebelumnya.
Baca juga: Tragedi Imlek di China, Ledakan Toko Kembang Api Tewaskan 5 Anak
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang