Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ledakan Keras di Ibu Kota Venezuela, Serangan Darat AS Dimulai?

Kompas.com, 3 Januari 2026, 14:49 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

CARACAS, KOMPAS.com - Ledakan keras terdengar di Ibu Kota Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat atau 13.00 WIB.

Suara itu disertai bunyi yang menyerupai pesawat melintas di atasnya, menurut laporan jurnalis AFP.

Bunyi ledakan masih terdengar hingga pukul 02.15, tetapi belum diketahui secara pasti lokasi sumber suara tersebut.

Baca juga: Bela Venezuela, Rusia Minta AS Setop Buru Kapal Tanker Minyak yang Kabur di Atlantik

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Venezuela-Amerika Serikat, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kemungkinan adanya serangan darat terhadap negara Amerika Selatan itu.

Trump sebelumnya mengerahkan gugus tugas angkatan laut ke wilayah Karibia, sebagai bagian dari kampanye anti-narkoba yang menyasar kapal-kapal diduga milik kartel Venezuela.

Pada Senin (29/12/2025), Trump menyatakan bahwa AS menyerang dan menghancurkan dermaga yang diklaim digunakan kapal penyelundup narkoba milik Venezuela.

"Serangan itu terjadi di sepanjang pantai," ucap Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah serangan dilakukan oleh militer, CIA, atau lokasi pastinya.

Jika klaim tersebut benar, maka ini merupakan serangan darat pertama yang dilakukan AS di Venezuela.

Hingga kini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro belum mengonfirmasi atau membantah adanya serangan tersebut.

Namun, dalam pernyataan pada Kamis (1/1/2026), Maduro menyebut dirinya terbuka menjalin kerja sama dengan Washington, setelah berminggu-minggu menghadapi tekanan militer dari AS.

Baca juga: Bukan Minyak, Ini Alasan Trump Ingin Gulingkan Maduro di Venezuela

Tangkapan layar dari video yang diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform Truth Social menunjukkan, serangan militer AS terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba melalui Laut Karibia, 15 September 2025.TRUTH SOCIAL via AFP Tangkapan layar dari video yang diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform Truth Social menunjukkan, serangan militer AS terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba melalui Laut Karibia, 15 September 2025.
Maduro selama ini dituding oleh pemerintahan Trump sebagai pemimpin kartel narkoba, tetapi tuduhan itu selalu dibantah oleh Caracas.

Sang presiden menyebut tuduhan itu upaya Washington menggulingkan kekuasaannya dan merebut cadangan minyak Venezuela, yang disebut terbesar di dunia.

Sebagai bagian dari tekanan, Washington memberlakukan sanksi tambahan, menyita kapal tanker yang mengangkut minyak Venezuela, serta menutup wilayah udara negara tersebut secara tidak resmi.

Sejak September 2025, pasukan AS juga melakukan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di Laut Karibia dan Samudera Pasifik bagian timur, yang diklaim menargetkan jaringan penyelundupan narkoba.

Meski demikian, Washington belum merilis bukti kuat bahwa kapal-kapal yang dihancurkan benar-benar terkait perdagangan narkoba, sehingga menimbulkan kontroversi mengenai legalitas operasi militer itu.

Menurut data yang dirilis militer AS, setidaknya 107 orang tewas dalam 30 serangan laut yang dilakukan sejak gempuran dimulai.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika AS Kuasai Minyak Venezuela?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Ledakan Keras di Ibu Kota Venezuela, Serangan Darat AS Dimulai?
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat