Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Jurassic Park" Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya

Kompas.com, 1 Juni 2026, 21:44 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Rekonstruksi ekosistem purba berhasil mengungkap wajah Swedia selatan 200 juta tahun yang lalu.

Melalui penelitian paleontologi terbaru, daratan yang kini menjadi bagian dari wilayah Skandinavia tersebut pernah ditutupi oleh vegetasi sangat subur, menjadi rumah bagi buaya dan dinosaurus yang berkeliaran bebas.

Upaya menghidupkan kembali ekosistem era Jurassic ini diinisiasi oleh ahli paleontologi Vivi Vajda bersama tim penelitinya.

Baca juga: Dilarang UNESCO, Pemerintah Indonesia Ngotot Lanjutkan Proyek Jurassic Park di Taman Nasional Komodo

Proyek "Jurassic Park" ini bermula dari keresahan Vajda terkait minimnya literatur ilmiah visual mengenai sejarah alam wilayah tersebut.

"Saya benar-benar merasa bahwa kita kekurangan buku dengan ilustrasi yang benar-benar menunjukkan secara ilmiah, dengan dasar ilmiah yang sangat kuat, seperti apa rupa Swedia 200 hingga 100 juta tahun yang lalu selama periode Jurassic misalnya," jelas Vajda saat menerima kunjungan AFP di kantornya, dikutip pada 20 Mei 2026.

Ruang kerja Vajda, yang terletak di salah satu sayap Museum Sejarah Alam di Stockholm, dipenuhi deretan buku dan sampel fosil.

Di balik mikroskopnya, ia memeriksa spesimen yang dikumpulkan dari Provinsi Skane di Swedia selatan, lalu memproyeksikannya ke dinding menggunakan proyektor overhead.

"Ini sampel serbuk sari yang saya kumpulkan di lapangan," kata Vajda sambil menunjuk butiran berbentuk bulat dan persegi panjang yang tampak seperti bintik-bintik coklat dan kuning pada layar proyeksi.

Baca juga: Dinosaurus Berleher Panjang Terbesar di Asia Tenggara Ditemukan, Bobotnya Setara 9 Gajah

Rahasia di balik retakan tanah Skane

Ilustrasi fosil dinosaurus PsittacosaurusWIKIMEDIA COMMONS/Rauantiques Ilustrasi fosil dinosaurus Psittacosaurus
Pemilihan Provinsi Skane sebagai lokasi pengumpulan sampel bukan tanpa alasan. Sebagian besar fosil dari era Jurassic yang ditemukan di Swedia berasal dari wilayah selatan ini.

Fosil-fosil tersebut berhasil terawetkan dengan baik berkat retakan dalam di tanah, melindungi mereka dari hantaman berbagai zaman es yang sempat menghapus jejak-jejak purba di seluruh wilayah Swedia lainnya.

Melalui butiran serbuk sari purba yang sekilas tampak sederhana tersebut, Vajda mampu membaca struktur alam masa lampau secara mendalam.

"Saya tertarik dengan hutan seperti apa yang ada selama periode Jurassic, jadi ketika saya melihat butiran serbuk sari, saya benar-benar melihat pohonnya. Saya dapat melihat pohon dan ekosistem di depan saya," ungkapnya.

Berawal dari visi visual yang muncul di benaknya setiap kali melihat batu atau fosil selama penelitian lapangan, gagasan untuk membagikan pemandangan purba tersebut kepada masyarakat umum pun mulai terbentuk secara bertahap.

Baca juga: 16.600 Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Bolivia, Ungkap Cara Theropoda Berjalan

Vajda bersama timnya kemudian mendedikasikan diri untuk merekonstruksi seluruh ekosistem dari periode tersebut. Hasil kerja keras ini akhirnya diterbitkan dalam buku pada Oktober 2025.

Proses rekonstruksi dilakukan secara metodis, dimulai dari setiap fragmen fosil yang tersimpan dengan cermat di arsip museum—mulai dari jejak kaki, gigi, hingga cetakan daun pada batu.

Halaman:

Terkini Lainnya
'Jurassic Park' Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
"Jurassic Park" Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
Global
Rekor, Rusia Gempur Ukraina dengan 8.150 Drone dan 211 Rudal
Rekor, Rusia Gempur Ukraina dengan 8.150 Drone dan 211 Rudal
Global
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan, 5 Tewas
Ledakan di Pabrik Perusahaan Ruang Angkasa Korea Selatan, 5 Tewas
Global
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
Iran Punya Kartu As Baru, Israel dan AS Waspada?
Iran Punya Kartu As Baru, Israel dan AS Waspada?
Global
Alarm Kelaparan di AS, Warga Rela Antre Semalaman demi Makan Gratis
Alarm Kelaparan di AS, Warga Rela Antre Semalaman demi Makan Gratis
Global
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
"Jurassic Park" Jadi Nyata, Peneliti Swedia Garap Proyeknya
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat