Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ledakan di Caracas, Venezuela Tuding AS Lakukan Agresi Militer Serius

Kompas.com, 3 Januari 2026, 16:16 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintah Venezuela mengecam keras dugaan serangan militer oleh Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat, menyusul serangkaian ledakan di Ibu Kota Caracas.

Ledakan terdengar sekitar pukul 02.00 waktu setempat (13.00 WIB), disertai suara pesawat terbang rendah yang melintas di atas kota. Ledakan serupa juga terjadi di La Guaira, wilayah pelabuhan di utara Caracas.

Venezuela menyebut peristiwa ini agresi militer sangat serius, dan menyampaikan penolakan terhadap tindakan yang dituding dilakukan oleh Washington.

Baca juga: Ledakan Keras di Ibu Kota Venezuela, Serangan Darat AS Dimulai?

“Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan resmi dari pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, dikutip dari AFP.

Maduro juga menetapkan status keadaan darurat nasional.

Sementara itu, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan keterlibatan pasukan AS dalam serangan ini.

Namun, laporan dari media-media "Negeri Paman Sam" seperti Fox News dan CBS News menyebutkan, pasukan Amerika memang terlibat serangan militer ke Venezuela.

Kepanikan warga di tengah malam

Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.AFP/LUIS JAIMES Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.
Warga Caracas panik saat ledakan mulai terjadi. Banyak yang keluar rumah dan mencoba mencari tahu sumber suara ledakan dan dentuman.

“Dari sini, kita bisa mendengar ledakan di dekat Benteng Tiuna,” kata Emmanuel Parabavis, karyawan humas berusia 29 tahun yang tinggal di distrik El Valle.

“Saat ini, Anda dapat mendengar sesuatu yang terdengar seperti senapan mesin. Ada banyak ledakan dan tembakan,” ujarnya kepada AFP.

Menurut sejumlah warga, aliran listrik padam di beberapa bagian kota setelah serangan terjadi.

Baca juga: AS Serang Venezuela, Caracas Kondisi Darurat

Seorang warga Caracas, Francis Pena (29), mengaku terbangun karena suara ledakan.

“Pacar saya membangunkanku dan bilang, ‘Mereka sedang mengebom’,” kata Pena kepada AFP.

Ia menambahkan, “Saya tidak bisa melihat ledakannya, tetapi saya mendengar pesawat-pesawat itu. Kami mulai menyiapkan tas berisi barang-barang terpenting di rumah... Paspor, kartu, uang tunai, lilin, pakaian ganti, makanan kaleng.”

Penduduk lainnya Carmen Hidalgo (21) yang berprofesi pegawai kantoran mengungkapkan, “Seluruh daratan bergetar. Ini mengerikan. Kami mendengar ledakan dan pesawat di kejauhan,”

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Ledakan di Caracas, Venezuela Tuding AS Lakukan Agresi Militer Serius
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat