Penulis
Asap terlihat membubung dari dua fasilitas militer utama di kota tersebut, yakni Pangkalan Udara La Carlota di pusat kota dan kompleks militer Fuerte Tiuna, salah satu tempat tinggal Maduro. Bandara Higuerote di bagian timur Caracas juga dilaporkan menjadi target.
Presiden Kolombia Gustavo Petro yang merupakan sekutu regional Venezuela, juga mengonfirmasi adanya serangan ke Caracas.
Dalam pernyataan di platform X, Petro menulis, “Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka (AS) telah menyerang Venezuela.”
Petro menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat guna membahas serangan tersebut.
Baca juga: Kolombia Sebut AS Sudah Serang Venezuela, Rudal Hantam Caracas
Hubungan AS-Venezuela memanas setelah Presiden Donald Trump mengerahkan kapal perang ke Karibia dan menuduh Preisden Nicolas Maduro memimpin jaringan narkoba.Pada Senin (29/12/2025) Trump mengatakan, AS telah menyerang dan menghancurkan dermaga yang diduga digunakan kapal penyelundup narkoba asal Venezuela.
Jika dikonfirmasi, serangan itu akan menjadi operasi darat pertama yang dilakukan AS terhadap wilayah Venezuela.
Maduro sendiri belum menyatakan secara langsung apakah serangan tersebut benar terjadi, tetapi pada Kamis (1/1/2026) ia mengaku terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Washington.
Baca juga: Bela Venezuela, Rusia Minta AS Setop Buru Kapal Tanker Minyak yang Kabur di Atlantik
Adapun Trump dan pemerintahan AS menuding Maduro memimpin kartel narkoba internasional, tetapi tuduhan itu dibantah keras oleh pemimpin Venezuela tersebut.
Maduro menegaskan, tekanan dari AS merupakan bagian dari strategi menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS semakin meningkatkan tekanannya terhadap Venezuela, termasuk menutup wilayah udaranya secara informal dan memberlakukan lebih banyak sanksi ekonomi.
Washington juga memerintahkan penyitaan sejumlah kapal tanker bermuatan minyak Venezuela.
Sejak September 2025, pasukan AS melakukan berbagai serangan terhadap kapal-kapal di wilayah Laut Karibia dan Samudera Pasifik bagian timur, yang menurut AS bagian dari operasi penumpasan penyelundupan narkoba.
Menurut laporan militer Amerika, sedikitnya 107 orang tewas dalam serangkaian operasi tersebut.
Baca juga: Apa yang Terjadi jika AS Kuasai Minyak Venezuela?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang