Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Restoran Padang Sederhana Buka Cabang Pertama di Australia, Bumbu Impor dari Indonesia

Kompas.com, 30 Mei 2026, 10:39 WIB
Krisda Tiofani,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Restoran Sederhana akan membuka cabang pertamanya di Australia pada 15 Juni 2026. Lokasinya berada di 207 Queen Street, Melbourne CBD, Australia.

Saat ini, jaringan restoran khas Minang milik Haji Bustaman itu telah memiliki lebih dari 200 gerai yang tersebar di berbagai kota Indonesia maupun mancanegara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Kalau Sederhana itu tidak pernah franchise. Kita sistemnya kongsi bisnis, jadi partnership ya," ujar generasi ketiga Restoran Sederhana (SA), Nova Dana Eka Putri, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Restoran Sederhana Buka Cabang Pertama di Singapura, Sajikan Nasi Padang Autentik

Nova menjelaskan, operasional gerai Restoran Sederhana di luar negeri tetap dikelola dan diawasi oleh dapur pusat di Indonesia guna menjaga cita rasa, kualitas makanan, serta standar pelayanan agar tetap konsisten di setiap cabang.

Restoran Sederhana buka pertama kali di Australia

Semua bumbu diimpor dari Indonesia

Demi menjaga konsistensi cita rasa masakan khas Minang, Restoran Sederhana Australia akan mengimpor kebutuhan bumbu dari Indonesia.

"Jadi dengan 200 cabang yang kita punya, itu semua harus ngambil bumbu dari dapur pusat di rumahnya Haji Bustaman langsung karena perbumbuannya masih dibikin sendiri sama Bu Hajahnya," ungkap Nova.

"Itulah bumbu-bumbu yang akan kita bawa juga ke Australia," sambung dia.

Sementara itu, kebutuhan bahan baku segar, seperti daging ayam, sapi, serta bumbu segar seperti bawang merah dan bawang putih, akan dipasok langsung oleh penyuplai lokal di Australia.

Baca juga: RM Surya Benhil, Legenda Kuliner Minang Sejak 1960 Jakarta

Sajikan 40 lauk khas Minang yang autentik

Nova menuturkan, pihaknya menyiapkan sajian khas Minangkabau yang autentik di restoran luar negeri ini. Setidaknya 95 persen masakan yang dijual di Australia bercita rasa persis seperti di Indonesia.

Total 40 masakan khas Minang di Restoran Sederhana siap menyapa lidah pada pencinta kuliner Indonesia yang tinggal di Australia.

Deretan lauk populer khas Minangkabau, seperti rendang, ayam pop, sate padang, sampai dendeng batokok dipastikan dijual di Restoran Sederhana Australia.

"Hanya beberapa yang kita enggak bisa carry (bawa), misalnya ikan, ada beberapa ikan yang memang jenisnya tuh kurang match (cocok) ya di sini. Jadi mungkin enggak kita launching dulu," ungkap dia.

Baca juga: Sejarah Rendang, Berkaitan dengan Tradisi Merantau Orang Minangkabau

Dihidangkan seperti restoran masakan Minangkabau di Indonesia

Saat ditanya mengenai konsep penyajian di Australia, Nova menjelaskan bahwa sistem penyajiannya tetap mengusung konsep khas rumah makan Padang seperti di Indonesia.

Namun, terdapat penyesuaian terhadap aturan kesehatan dan keamanan pangan (food safety) yang berlaku di Australia.

Pelanggan bisa memilih lauk yang diinginkan terlebih dulu, lalu membayarnya, sebelum disajikan ke meja.


"Jadi konsepnya bukan disajikan dulu baru bayar, tapi bayar dulu baru disajikan. Misalkan kita makan berlima nih ada rendang, dendeng batokok, ayam pop, segala macam, baru kita sajikan (setelah bayar)," terang Nova.

Baca juga: 7 Rumah Makan Padang Enak di Jakarta yang Belum Banyak Orang Tau

"Jadi benar-benar konsepnya tuh kita bikin seperti di Indonesia," kata dia.

Adapun harga makanan di Restoran Sederhana Australia dibanderol 20 dolar Australia per orang, belum termasuk minuman.

Menurut Nova, harga ini cukup standar untuk dibandingkan dengan rata-rata makanan di lokasi yang sama yang dijual seharga 18-20 dolar Australia.

 Baca juga: Ada Sate Padang tapi Vegan di Jakarta, Begini Rasanya

Target cabang Restoran Sederhana di Australia

Pembukaan Restoran Sederhana di Australia tidak berhenti di Melbourne. Resto legendaris sejak 1972 ini ditargetkan buka di kota lainnya, seperti Sydney dan Perth.

"Eventually (pada akhirnya) kita akan merambah sampai ke Sydney tahun depan, Brisbane dan Adelaide juga karena itu kota-kota besarnya, di mana banyak diaspora Indonesia," jelas Nova.

Restoran Sederhana saat ini menargetkan pasar 60 persen diaspora orang Indonesia yang tinggal di Australia, sisa 40 persennya menyasar warga lokal yang terbiasa menikmati makanan pedas ala Indonesia. 

"Untuk orang lokalnya target 40 persen itu yang kita expect (harapkan) menjadi customer kita, seperti layaknya kebanyakan restoran Indonesia yang ada di Australia," kata Nova.

Baca juga: Resep Sambal Ijo Padang Ala Rumahan, Pedas Segar dan Harum Khas Cabai

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau