Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekor Tiramisu Terpanjang di Dunia Dipecahkan di London, Habiskan 20.000 Telur

Kompas.com, 29 April 2026, 06:38 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Sejumlah koki di London, Inggris, berhasil memecahkan rekor dunia Guinness World Records untuk tiramisu terpanjang di dunia yakni 440,6 meter, dari Sabtu (25/4/2026) sampai Minggu (26/4/2026) di Chelsea Town Hall.

Sebanyak 100 koki asal Italia berkumpul di lokasi pada akhir pekan guna mengalahkan rekor tiramisu terpanjang di dunia sebelumnya yang dipegang oleh Galbani di Milan, Italia, pada Maret 2019.

Sebagai informasi, rekor tiramisu terpanjang di dunia sebelumnya adalah 273,5 meter, dilansir dari BBC, Selasa (28/4/2026).

Baca juga:

Rekor tiramisu terpanjang di dunia dipecahkan di London

Proses pembuatan cukup rumit

Membuat tiramisu sepanjang itu tentu bukan hal yang mudah, ditambah adanya aturan ketat dari Guinness World Records.

Seluruh proses penyusunan harus dilakukan secara langsung di lokasi acara, alias tidak boleh ada bagian yang sudah jadi dari luar lokasi.

Bahan-bahan yang digunakan juga dalam jumlah besar. Para koki menghabiskan sekitar 150.000 biskuit ladyfinger, serta 20.000 butir telur segar.

Chef Carmelo Carnevale menjelaskan aturan teknis yang harus dipenuhi. Tiramisu tersebut tidak hanya harus panjang, tapi juga harus memiliki tinggi minimal delapan sentimeter dan lebar minimal 15 sentimeter.

Jika tidak memenuhi ukuran tersebut, rekor tidak akan diakui.

Baca juga:

Sosok di balik layar

London resmi pecahkan rekor dunia tiramisu terpanjang sepanjang 440 meter. Intip proses pembuatannya yang gunakan 20.000 telur.Dok. Shutterstock/tRufelka Elena London resmi pecahkan rekor dunia tiramisu terpanjang sepanjang 440 meter. Intip proses pembuatannya yang gunakan 20.000 telur.

Sosok utama di balik upaya pemecahan rekor ini adalah Mirko Ricci, yang sebenarnya bukan orang baru dalam dunia rekor tiramisu.

Pada tahun 2017, Ricci pernah memegang rekor serupa di Italia. Namun, tim Italia lainnya memecahkan rekor miliknya pada tahun 2019.

"(Tiramisu) adalah makanan penutup luar biasa dari Italia," ucap Ricci. 

Menariknya, Ricci memilih Inggris sebagai lokasi pemecahan rekor kali ini karena ingin mengucapkan terima kasih secara khusus kepada negara tersebut. 

Menurut Chef Carnevale, rahasia tiramisu yang enak berasal dari bahan-bahannya, salah satunya kopi yang berkualitas. Kopi memberikan aroma dan rasa yang kuat pada biskuit.

Selain itu, krim yang digunakan harus memiliki tekstur yang bagus dan kokoh. Krim tidak boleh terlalu lembek agar bentuk tiramisu tetap terjaga.

Rahasia lainnya adalah passion atau keinginan besar dalam memasak.

Acara yang berlangsung selama akhir pekan ini berakhir dengan penuh haru. Ricci mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

"Ini adalah rekor bagi kita semua," ujar Ricci.

Baca juga:

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau