Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minum Air Saat Makan Bisa Ganggu Pencernaan? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com, 5 Maret 2026, 15:31 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Minum air saat sedang makan merupakan kebiasaan yang sangat umum kita lakukan.

Banyak orang merasa perlu menyesap air di sela-sela makan agar makanan lebih mudah ditelan.

Namun, tidak sedikit pula yang percaya bahwa minum air saat makan dapat mengganggu proses pencernaan karena dianggap dapat mengencerkan enzim pencernaan di dalam lambung.

Baca juga: 11 Manfaat Kesehatan Minum Air Putih Hangat di Pagi Hari

Lalu, sebenarnya apakah minum air saat makan baik atau justru berdampak buruk bagi tubuh? Para ahli kesehatan memberikan penjelasan yang dapat meluruskan berbagai mitos tersebut.

Minum air saat makan tidak mengganggu pencernaan

Dokter spesialis kedokteran keluarga, Arshpreet Saraan, MD, menjelaskan bahwa minum air saat makan, selama tidak dilakukan secara berlebihan, tidak akan mengganggu proses pencernaan.

Menurutnya, menyesap air secara perlahan justru dapat membantu proses pencernaan makanan di dalam tubuh.

Saat makanan ditelan, makanan akan melalui kerongkongan menuju lambung, tempat berbagai enzim pencernaan bekerja untuk memecahnya. Air yang diminum bersamaan dengan makanan tidak akan menghentikan proses tersebut, melainkan membantu makanan bergerak lebih lancar melalui saluran pencernaan.

Air membantu makanan lebih mudah diproses

Ahli diet terdaftar Mackenzie Blair, RD, CIEC, menjelaskan bahwa keberadaan air dalam saluran pencernaan dapat membantu menjaga pergerakan makanan tetap lancar.

Baca juga: Sembelit Saat Puasa? Ini Tips Makan dan Minum untuk Meredakannya

Ia mengibaratkan sistem pencernaan seperti aliran sungai. Jika tidak cukup makanan dan cairan, maka aliran tersebut tidak akan bergerak dengan baik. Dengan kata lain, air membantu melunakkan makanan dan mempermudah proses pencernaan.

Selain itu, anggapan bahwa air dapat mengencerkan enzim pencernaan hingga menghambat pencernaan dinilai tidak benar. Air justru membantu makanan lebih mudah diproses oleh tubuh.

Bisa membantu mengontrol nafsu makan

Minum air sebelum atau saat makan juga dapat membantu tubuh mengenali rasa kenyang lebih cepat.

Minum air putih dianjurkan 2 liter per hari dan waktu terbaik untuk meminumnya meliputi setelah bangun tidur serta sebelum dan setelah makan.Shutterstock/Alina Kruk Minum air putih dianjurkan 2 liter per hari dan waktu terbaik untuk meminumnya meliputi setelah bangun tidur serta sebelum dan setelah makan.

Menurut Blair, air dapat memengaruhi sinyal kenyang pada tubuh sehingga seseorang bisa lebih cepat menyadari bahwa dirinya sudah cukup makan. Hal ini berpotensi membantu mencegah makan berlebihan.

Karena itu, sebagian orang sengaja minum segelas air sebelum makan sebagai cara sederhana untuk mengontrol porsi makanan.

Golongan yang jangan minum saat makan

Meski umumnya aman, ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat seseorang sebaiknya tidak minum air bersamaan dengan makanan.

Salah satunya adalah pada penderita gangguan pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung.

Pada kondisi ini, minum air bersama makanan dapat meningkatkan tekanan di dalam perut sehingga memperparah gejala asam asam lambung.

Baca juga: Waktu Minum Kopi Paling Tepat Saat Bulan Puasa, Saran dari Barista

Selain itu, orang yang baru menjalani operasi lambung juga dianjurkan untuk tidak minum air saat makan.

Cairan dapat membuat perut terasa cepat penuh sehingga mengganggu asupan makanan yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk pemulihan.

Dalam kasus tersebut, para ahli menyarankan agar minum air dilakukan sebelum atau setelah makan, bukan saat makan berlangsung.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau