Penulis
KOMPAS.com - Minum air saat sedang makan merupakan kebiasaan yang sangat umum kita lakukan.
Banyak orang merasa perlu menyesap air di sela-sela makan agar makanan lebih mudah ditelan.
Namun, tidak sedikit pula yang percaya bahwa minum air saat makan dapat mengganggu proses pencernaan karena dianggap dapat mengencerkan enzim pencernaan di dalam lambung.
Baca juga: 11 Manfaat Kesehatan Minum Air Putih Hangat di Pagi Hari
Lalu, sebenarnya apakah minum air saat makan baik atau justru berdampak buruk bagi tubuh? Para ahli kesehatan memberikan penjelasan yang dapat meluruskan berbagai mitos tersebut.
Dokter spesialis kedokteran keluarga, Arshpreet Saraan, MD, menjelaskan bahwa minum air saat makan, selama tidak dilakukan secara berlebihan, tidak akan mengganggu proses pencernaan.
Menurutnya, menyesap air secara perlahan justru dapat membantu proses pencernaan makanan di dalam tubuh.
Saat makanan ditelan, makanan akan melalui kerongkongan menuju lambung, tempat berbagai enzim pencernaan bekerja untuk memecahnya. Air yang diminum bersamaan dengan makanan tidak akan menghentikan proses tersebut, melainkan membantu makanan bergerak lebih lancar melalui saluran pencernaan.
Ahli diet terdaftar Mackenzie Blair, RD, CIEC, menjelaskan bahwa keberadaan air dalam saluran pencernaan dapat membantu menjaga pergerakan makanan tetap lancar.
Baca juga: Sembelit Saat Puasa? Ini Tips Makan dan Minum untuk Meredakannya
Ia mengibaratkan sistem pencernaan seperti aliran sungai. Jika tidak cukup makanan dan cairan, maka aliran tersebut tidak akan bergerak dengan baik. Dengan kata lain, air membantu melunakkan makanan dan mempermudah proses pencernaan.
Selain itu, anggapan bahwa air dapat mengencerkan enzim pencernaan hingga menghambat pencernaan dinilai tidak benar. Air justru membantu makanan lebih mudah diproses oleh tubuh.
Minum air sebelum atau saat makan juga dapat membantu tubuh mengenali rasa kenyang lebih cepat.
Minum air putih dianjurkan 2 liter per hari dan waktu terbaik untuk meminumnya meliputi setelah bangun tidur serta sebelum dan setelah makan.Menurut Blair, air dapat memengaruhi sinyal kenyang pada tubuh sehingga seseorang bisa lebih cepat menyadari bahwa dirinya sudah cukup makan. Hal ini berpotensi membantu mencegah makan berlebihan.
Karena itu, sebagian orang sengaja minum segelas air sebelum makan sebagai cara sederhana untuk mengontrol porsi makanan.
Meski umumnya aman, ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat seseorang sebaiknya tidak minum air bersamaan dengan makanan.
Salah satunya adalah pada penderita gangguan pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung.
Pada kondisi ini, minum air bersama makanan dapat meningkatkan tekanan di dalam perut sehingga memperparah gejala asam asam lambung.
Baca juga: Waktu Minum Kopi Paling Tepat Saat Bulan Puasa, Saran dari Barista
Selain itu, orang yang baru menjalani operasi lambung juga dianjurkan untuk tidak minum air saat makan.
Cairan dapat membuat perut terasa cepat penuh sehingga mengganggu asupan makanan yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk pemulihan.
Dalam kasus tersebut, para ahli menyarankan agar minum air dilakukan sebelum atau setelah makan, bukan saat makan berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangView this post on Instagram